
Bantu Lansia Tunanetra penjual Roti Berdaya
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Abah Adang lansia yang berumur 80 tahun dengan kondisi serba terbatas/Disabilitas yaitu abah tidak bisa melihat (Tuna Netra). Kondisi Abah yang seorang disabilitas sudah tidak bisa melihat dari remaja yaitu umur 15 tahun karena efek dari sakit demam.
Walaupun Abah sudah tidak bisa melihat dari dulu tapi Abah tetap semangat untuk menjalani kehidupan.
Abah tinggal sendiri di gubuk pinggir mushola kecil,,istri abah sudah meninggalkan beberapa tahun yang lalu.
Abah sehari hari berjualan Roti kelilig dan juga sebagai marbot mesjid di dekat gubuk nya abah.
Sehari hari abah berkeliling kampung untuk menjajakan Roti,air mineral yang ia jual. Tak banyak untuk yang ia dapat karena abah mempercayakan semua kepada pembeli,untuk mengambil roti ataupun bayar Roti.
Sehabis jualan,abah lanjut ke masjid untuk bersih bersih sebelum di pakai untuk solat berjamaah,sesekali abah selingi dengan membaca AL Quran sebelum solat berjamaah di mulai.
Abah berusaha untuk mencukupi kebutuhannya dengan berjualan tanpa harus meminta minta,
"lebih baik abah berjualan daripada abah meminta minta di jalanan"-Abah Adang
Meski mengalami banyak ujian hidup,abah tak pernah sama sekali mengeluh,abah selalu ceria setiap harinya.
“Allah itu tidak memberi rezeki secara cuma-cuma. Karena itu, selagi tubuh saya masih bisa berfungsi, walaupun kaki saya sering lecet karena panas matahari saya akan terus berusaha. Allah menyukai hamba nya yang berikhtiar. Saya cuma bisa Doa, semoga apa yang saya usahakan siapa tahu besok membawa rezeki untuk saya..Doa Abah Adang"..
Teman Baik, begitu besar perjuangan Abah Adang sebagai Tuna netra penjual Roti dan marbot masjid.

Bantu Lansia Tunanetra penjual Roti Berdaya
terkumpul dari target Rp 50.000.000