
Bertahun Tahun menunggu Anak Ojol terlahir Hidrosefalus
terkumpul dari target Rp 50.000.000
"Anak yang aku tunggu selama 3 tahun akhirnya lahir, tapi mengapa harus begini ya Allah?” inilah rintihan hati ayah by.Melani
Begitu kuat, begitu kencang Do’a yang selalu terucap dari ibu Melani untuk anaknya,by.Melani
Rasa haru dan bahagia menyambut hadirnya buah hati sirna dalam sekejap.
Hati ibu Melani hancur berkeping-keping saat tau buah hati yang ia nantikan kehadirannya setelah 2 tahun pernikahan dengan sang suami Pak Herman sejak usia kandungan 8 bulan terdiagnosa HIDROSEFALUS dan kelainan jantung serta paru-paru belum lengkap.
Mengetahui kondisi tersebut, di usia kandungan 9 bulan dokter menyarankan agar proses kelahiran di lakukan secara caesar agar si bayi dan ibunya bisa terselamatkan.
“Sejak dalam kandungan saya sudah tau kalo anak saya ada kelainan, tapi anak saya adalah ANUGERAH dari ALLAH yang harus saya jaga,sayangi dan perjuangkan “ ucap Pak Herman dan istrinya.
Kedua orang tua By.Melani sudah membawa ke rumah sakit daerah guna mendapat penangan
Akan tetapi by.Melani harus melakukan perbaikan nutrisi agar stabil, by.Melani pun di pasang selang pada hidung untuk minum susu agar kondisi nya lebih baik dan bisa di rujuk ke rumah sakit kota yang lebih besar.
By.Melani tak bisa minum ASI langsung dari sang ibu, sehingga untuk saat ini ia hanya bisa minum susu formula khusus yang sangat mahal harganya. Tubuhnya semakin kurus,sementara kepalanya terus membesar hampir sama dengan berat badannya sendiri
“Sedih bu ngeliat kondisi si adek , lagi lucu lcunya, namun setiap hari ia terus menangis karena kepalanya terus membesar nafaspun terasa berat karena ada kelainan jantung, hancur hati saya dan istri liat anak seperti itu” lirih pak Herman
Sedihnya hidrosefalus itu adalah penyakit yang tak akan bisa sembuh. Butuh pengobatan sepanjang usianya dan harus rutin mengeluarkan cairan di kepalanya sampai ia dewasa.
Pak Herman yang cuma ojol berjuang mati-matian. Dengan penghasilan yang tak seberapa itu, Pak Herman tak menyanggupinya. Ia cuma bisa meminta maaf dan merasa bersalah kepada anaknya karena gagal membawanya operasi.
Selama ini banyak biaya yang tidak dicover BPJS, sedangkan upah dari hasil ngojol untuk makan dan beli susu pun belum tentu cukup.
Anak satu-satunya yang mereka nanti-nanti kita harus bertarung melawan penyakit hidrosefalus. Tak terbayang betapa sedihnya Pak Herman dan Bu Melani.
Teman Baik,yukkk bantu pak Herman dan bu melani untik bawa ade bayik bisa operasi

Bertahun Tahun menunggu Anak Ojol terlahir Hidrosefalus
terkumpul dari target Rp 50.000.000