
Pengobatan dan Hidup Layak untuk Lansia Pedagagang Pecel
terkumpul dari target Rp 40.000.000
Perjuangan lansia mencari nafkah dengan menggantungkan hidup berjualan lotek atau pecel seadanya. Mah Omah (73 tahun) sebatangkara yang tinggal di rumah petak kayu rapuh dengan cucu nya yang duduk bangku kelas 1 SD.
sebenarnya beliau sudah terlalu tua untuk bekerja, tapi kalau bukan mak omah yang berdagang dari siapa lagi mereka bisa punya uang?
Mata mak sudah ga bisa lihat dengan jelas, punggung nya pun sudah bungkuk, karena sudah sepuh beliau juga ga stabil kadang pusing karena hipertensi. Belum lagi mak punya tumor yang kian besar di leher, parahnya gak pernah di obati karena ga punya uang ðŸ˜ðŸ’”
Penghasilan yang didapat dari menjual pecel hanya 15 ribu jika laku semua terjual. Seringkali pecel
“kadang yang beli cuma beberapa orang, jadi kalau nggak laku nenek bingung mikirin modal buat besok”
jangankan buat biaya ke dokter, makanpun mak sering makan dagangannya yg ga laku ðŸ˜
Meskipun hidup susah, saat pecelnya tidak habis nenek Omah selalu dibagikan kepada pengemis atau pengamen. Walaupun tidak dapat untung, nenek senang jika pecelnya bisa diberikan kepada orang yang membutuhkan.
#TemanBerbagi mak pengen banget dagangan pecel nya semakin laku dan maju, misalnya nambah etalase dan modal biar banyak yang beli katanya. Mak pengen cucunya tetep hidup layak dan mak bisa berobat gaisss
Yuk bantu modal dagang pecel Mak Omah!

Pengobatan dan Hidup Layak untuk Lansia Pedagagang Pecel
terkumpul dari target Rp 40.000.000