
Pulang Jualan Tisu, Bantu Rehan Sekolah Layak
terkumpul dari target Rp 15.000.000
Muhammad Rehan adalah anak lelaki kelas 3 SD yang sehari-harinya berjualan tisu di lampu merah Kiaracondong, Kota Bandung. Di usianya yang masih kecil dan bersekolah, Raihan harus bisa membagi waktu antara belajar dan bekerja membantu ibunya.
Sepulang sekolah, Rehan bergegas untuk berjualan tisu di perempatan jalan. Untung dari penjualan mungkin bagi kita tak seberapa akan tetap bagi Rehan, pendapatan 30rb sehari sehari sangat berharga untuk membantu ibunya.
Bu Lusi Novianti (51) merupakan ibunya Rehan. Ia hanya seorang badut jalanan di perempatan jalan. Bersama Rehan, ia berupaya mencari nafkah di keras kehidupan jalanan. Dalam pandangan Rehan sendiri, ia tak keberatan membantu orang tuanya karena berkegiatan di jalanan merupakan hal yang tidak memberatkan.
Bilamana cuaca hujan, Rehan menjadi tukang bersih-bersih kaca mobil. Dengan bermodalkan kanebo, ia berharap bisa mendapatkan uang tambahan untuk dapat makan di rumah. Terkadang, ada orang baik yang memberikan Rehan nasi bungkus di jalan dan membuatnya tersenyum syukur.
Terkadang ada kejadian tidak mengenakan di jalanan. Ibunya yang mencari nafkah dengan hanya jadi badut jalanan kerap kali diamankan oleh aparat setempat hingga tujuh hari lamanya.
Rehan tinggal di rumah kontrakan yang sempit, ia dan ibunya harus membayar kontrakan sebesar 500rb sebulan. Di sisi lain, Rehan juga harus memikirkan nasib pendidikan dibalik realitas keadaan ekonomi serba kekurangan. Karena bagaimana pun, Rehan merupakan pelajar yang harus melanjutkan pendidikannya setinggi mungkin. Namun persoalan keadaan serba kekurangan kerapkali menjadi hambatan.
Rehan merupakan anak yang giat belajar, walaupun ia dikenal oleh teman-temannya sering jualan di perempatan jalan namun ia tak pernah melupakan kewajibannya dalam belajar. Saat sekolah dan berjualan, ia memakai tas yang itu-itu saja hingga membuat tasnya lusuh.
Saat ditanya mengenai cita-cita, Rehan sangat ingin menjadi polisi. Alasan menurutnya karena ia sering berada di lampu merah melihat polisi bertugas yang membuatnya terinspirasi ingin menjadi abdi negara tersebut. Semoga kelak, cita-cita Rehan untuk menjadi polisi bisa tercapai dan bisa membuat keadaannya lebih sejahtera.
Sobat Berdampak, mari kita sebarkan bantuan untuk membantu Rehan dalam aspek pendidikan agar ia bisa mewujudkan mimpinya dan mendorong semangatnya agar lebih giat belajar. Kalian dapat berpatisipasi dalam campaign Semua Berhak Belajar dengan menyebarkan campaign ini dan berdonasi dengan cara:
- Klik Tombol Donasi Sekarang
- Masukkan nominal donasi
- Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
- Dapatkan Laporan Via Email
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Belajar.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
Pulang Jualan Tisu, Bantu Rehan Sekolah Layak
terkumpul dari target Rp 15.000.000