
Berjualan Sapu dengan Tubuh Ringkih Karena Stroke
terkumpul dari target Rp 37.500.000
Usianya sudah lanjut, tapi Abah Ohen harus menrantau dari Ciamis ke Bandung dan berkeliling membawa sapu-sapu yang berat untuk beliau jual dengan tangan gemetar, nafasnya terengah-engah, dan pandangannya kabur.
Hasil penjualannya tidak menentu, namun mau bagaimana lagi, beliau harus mengumpulkan dana untuk berobat setiap bulannya. Beliau merupakan pengidap penyakit stroke dan katarak. Sang istri yang hanya berjualan sebagai tukang masak tak bisa banyak membantu.
“...ini tangan suka gemeter. Kalo gemeter tangannya suka saya pukulin biar nggak gemeter terus.. angkut sapu-sapu yang berat juga dipaksain aja..” Ujar Abah Ohen ketika kami meminta beliau untuk mendeskripsikan apa yang beliau rasakan ketika berkeliling membawa sapu-sapu yang berat.
Biaya yang harus beliau keluarkan untuk berobat tidak lah sedikit. Selain harus berobat ke dokter, beliau juga harus menjalani terapi untuk strokenya. Satu sesi terapi merogoh kocek sebesar 100 ribu rupiah.
Selain menderita stroke, Abah Ohen juga mengalami katarak dan darah rendah. Pengelihatannya sudah sangat kabur dan beliau tak dapat berjualan jika hari sudah mulai gelap, beliau tak bisa melihat dengan jelas. Maka dari itu beliau selalu pulang ke rumah ketika hari masih cerah, sekitar pukul dua siang hingga empat sore.
Terkadang beliau membiarkan perutnya tak terisi karena tidak memiliki uang. Abah Ohen mengatakan kalau beliau harus mengirit-irit pengeluarannya.
Sebelum alih profesi menjadi penjual sapu, Abah Ohen bekerja sebagai supir mobil box selama kurang lebih 12 tahun. Namun beliau berhenti sekitar 4 tahun yang lalu karena stroke yang beliau alami.
Ada musibah yang pernah menimpa beliau. Saat itu beliau sedang beristirahat di masjid. Kemudian ada orang jahat yang menghipnotis dan mengambil uangnya sebanyak 1,1 juta. Uang tersebut beliau kumpulkan selama 2 minggu untuk berobat ke dokter saraf.
Abah Ohen mengatakan jika beliau ingin sekali bisa berobat tanpa memikirkan biaya pengobatannya. Beliau juga berharap kalau suatu hari nanti beliau dapat hidup dengan tenteram.
Sobat Berdampak, mari kita sebarkan bantu Abah Ohen agar beliau bisa berobat dan hidup dengan tenteram dan sejahtera di usianya yang sudah tak muda lagi dengan cara:
- Klik “DONASI SEKARANG”;
- Masukkan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via e-mail.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
Berjualan Sapu dengan Tubuh Ringkih Karena Stroke
terkumpul dari target Rp 37.500.000