
Bantu Lansia Penjual Kripik Hidupi Keluarga
terkumpul dari target Rp 30.000.000
Abah Ade (57) setiap harinya dia berkeliling berjualan aneka kripik di kota bandung, setiap hari Abah Ade membawa sekitar 50/pcs keripik namun dalam sehari paling hanya laku 3-8/pcs bahkan pernah tak terjual 1pcs pun. Abah ade mulai berkeliling dari jam 6 pagi hingga jam 5 sore. Biasanya Abah Ade berkeliling di sekitaran astaa anyar, tegalega, kopo, pagarsih dan siliwangi.
Abah Ade memiliki 5 orang anak dari istri yang pertama kemudian bercerai dan bah ade Kembali menikah dan dikaruniai 1 orang anak dari istri kedua nya ini, aba hade memiliki banyak tanggungan untuk biaya Pendidikan anak anak nya dan kebutuhannya sehari-hari tak hanya itu aba hade juga harus melunasi hutang nya ke bank.
Kondisi fisik abah ade pun kian merosot dia hampir terkena stroke dan kaki kirinya pernah mengalami patah tulang hingga terpaksa 7 bulan berbaring di tempat tdr namun karena kondisi perekonomian bah ade memaksakan untuk berdagang dan akibat nya dalam masa pemulihan nya kaki kiri yang patah menjadi bengkok.
Saat ini abahh ade begitu ingin melunasi hutang nya yang tersisa 1 juta lagi dan juga ingin membuka usaha mie ayam di garut Bersama sang istri agar ia tak berjualan kripik keliling lagi di bandung. Hal ini karena usia aba hade sudah tidak muda lagi dan ingin sambil menikmati masa tua nya dekat dengan anak dan istri.

Bantu Lansia Penjual Kripik Hidupi Keluarga
terkumpul dari target Rp 30.000.000