
Autis dan Kurang Nutrisi, Mari Bantu Anak Buruh Tani
terkumpul dari target Rp 30.000.000
Bernama De Sabar, belasan tahun perkembangannya terhambat karena autis dan kekurangan gizi. Ia tak mampu berpikir dan bergerak dengan baik. Dalam berbicara saja ia kesulitan dalam sepatah atau dua patah kata sekalipun.
Sewaktu bayi, De Sabar disebut bayi hijau karena kondisi kesehatan fisiknya. Tubuhnya kaku dan kesulitan bergerak, merengek-rengek setiap harinya karena rasa sepi dan merasa terisolasi dari kehidupan anak seumurannya.
Bentuk fisiknya tidak normal seperti orang biasanya. Kakinya bengkok dan pengkor karena terhambatnya pertumbuhan. Punggungnya bongkok dan membuat semakin kesulitan beraktivitas bahkan untuk duduk. Sedangkan warna kulitnya putih kehijauan hingga ia sering disebut sebagai “bayi hijau”.
“..biasa dapet uang 20rb…saya beliin biskuit buat anak……nggak mampu beliin yang lain apalagi susu..” ujar Pak Apandi.
Pak Apandi ayah De Sabar hanya bekerja sebagai buruh tani. Biskuit merupakan makanan kesukaan De Sabar yang biasa ia kasih buat gantiin susu karena tak mampu beli. Saat bekerja sebagai buruh tani di perkebunan orang lain, Pak Apandi merenung-renung dengan keadaan anaknya yang terhambat dan keterbatasan.
“..pengennya mah bawa berobat dari kecil juga tapi da gimana keadaannya gini dan pasrah aja sayamah sama Tuhan”.. ujar Pak Apandi.
Pak Apandi tak tahu mengenai perkembangan medis apa yang terjadi pada De Sabar. Ia hanya membawa anaknya tersebut sesekali ke dokter saat masih kecil dan dinyatakan autis. Dulu dokter menyarankan berbagai tindakan penanganan namun De Sabar tidak dilanjutkan ditangani karena keterbatasan biaya.
Di rumahnya hanya ada kehangatan bernama keluarga dibalik kekurangan ekonomi dan keadaan yang serba terhimpit. Bu Rasmiti ibunya yang menjadi sandaran utama ketika De Sabar menangis setiap malamnya. Ialah yang dengan sabar berusaha membimbing dan mengasuh anaknya pertumbuhannya yang serba terhambat.
Sobat Berdampak, mari kita bayangkan bilamana Pak Apandi, Bu Rasmiti dan De Sabar hidup sejahtera. Pak Apandi dan Bu Rasmiti bisa memiliki roda ekonomi yang memadai dan De Sabar bisa hidup dengan kondisi sehat dan lebih baik.
Kita dapat mewujudkan bayangan kebaikan tersebut dengan berpartisipasi dalam campaign ini. Kalian dapat menyebarkan campaign ini dan berdonasi dengan cara:
- Klik “DONASI SEKARANG”;
- Masukkan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via e-mail.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama berjudul Semua Berhak Sehat
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Autis dan Kurang Nutrisi, Mari Bantu Anak Buruh Tani
terkumpul dari target Rp 30.000.000