
Tulang Mudah Rapuh, Hafidz Quran Butuh Bantuan
terkumpul dari target Rp 30.000.000
Sudah belasan tahun Fahri mengalami osteogenesis imperfecta. Sebuah penyakit langka dengan rasio 1 banding 20.000 perkelahiran. Karena penyakit tersebut, tulang Fahri mudah rapuh dan tak terhitung berapa kali ia mengalami fraktur tulang.
Dulu Fahri merupakan santri yang dikenal cerdas dan hafiz Al-Quran. Ia sudah khatam menghafal Al-Quran sejak duduk dibangku pesantren. Dengan kondisi penyakit dan keterbatasan fisik, Fahri tak pernah lupa untuk membaca Al-Quran dan mengamalkannya.
Sejak mengalami osteogenesis imperfecta, Fahri berhenti menjadi santri karena harus menanggung beban penyakitnya yang berat. Tulang Fahri sangat rapuh dan seringkali patah hingga membuat bentuk tubuhnya tak sempurna.
Fahri mudah sekali mengalami patah tulang bahkan saat ia duduk biasa “Pernah juga waktu sedang mengobrol tiba tiba tulangnya bengkok sampai patah, tanpa sebab dikarenakan kondisi tulangnya rapuh“ ungkap Bu Sri, ibunya.
Fahri juga telah mengalami fraktur tulang di bagian paha dan punggungnya. Hal tersebut membuat Fahri kesakitan dan kesulitan saat membaca Al-Quran sambil duduk. Walau begitu, ia tetap berpendirian dan bertekad untuk membaca berjuz-juz Al-Quran karena cita-citanya menjadi hafidz Quran.
Saat ia duduk dan mulai merasa sakit, Bu Sri atau ibunya menompang punggung Fahru dengan kedua belah tangannya agar anaknya bisa duduk dengan sempurna. Seharusnya, Fahri memakai alat penompang punggung yang dianjurkan oleh dokter untuk duduk namun ibunya tak mampu membeli karena terbatas biaya.
Bu Sri hanya pedagang kecil rumahan yang menjual cireng, basreng dan aneka jajanan lainnya dengan untung paling besar hanya 30rb. Bilamana jualannya tak laku, Bu Sri menjual tissue dipinggir jalan bahkan dengan harus kepanasan dan kehujanan.
Bu Sri harus berjuang sendirian untuk membiayai pengobatan Fahri, membiayai anak keduanya sekolah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia bahkan telah menjual warisan rumahnya demi pengobatan Fahri dan sekarang tinggal di rumah saudaranya.
Menurut dokter, Fahri harus ditangani dengan sangat serius mulai dari rutin kemoterapi, pemenuhan nutrisi dengan baik hingga harus memiliki alat khusus untuk membantunya duduk dengan nyaman tanpa rasa sakit.
Dengan rasa sakit dan keterbatasan fisik, Fahri tak pernah luput memanjatkan doa agar suatu saat kondisinya bisa lebih membaik dan mimpinya untuk menjadi ahli agama terwujud.
Sobat Berdampak, mari kita sebarkan campaign ini untuk Fahri. Kalian dapat membantu Fahri dengan cara:
- Klik “DONASI SEKARANG”;
- Masukkan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via e-mail.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama berjudul Semua Berhak Sehat
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Tulang Mudah Rapuh, Hafidz Quran Butuh Bantuan
terkumpul dari target Rp 30.000.000