
Ayah Buruh Pabrik, Gendong Anak Demi Bisa Sekolah
terkumpul dari target Rp 73.500.000
“....waktu jatuh Syntia nggak bilang apa-apa..mungkin ia kasian saya bapaknya karena nggak ada uang apalagi buat berobat……lama-lama keliatan gejalanya..dibawa ke Puskesmas dan ternyata patah tulang ..harus cepet di bawa ke rumah sakit karena kalo nggak bisa permanen” ujar Pak Cucu, seorang buruh tenun yang merupakan ayahnya Tia.
Ialah Pak Cucu asal Bandung, saat bekerja ia kerap melamun dan bilamana berdiskusi kerap kali menceritakan tentang keadaan anaknya yang pertama yaitu Tia. Anak berumur 11 tahun yang mengalami patah tulang sejak beberapa tahun lalu.
Awalnya, Syntia terjatuh dari pagar saat bermain petak umpet. “...waktu itu pas main udahnya sakit banet tapi nggak bilang ke ayah..takut sama kasian kalo harus bawa aku ke dokter, mending buat ade aja uangnya berobat” kata Tia.
Sejak gejalanya semakin terasa, Tia sering menangis-nangis dan saat ini ia kesulitan berjalan. Pinggulnya terasa sangat sakit hingga membuatnya tak bisa keluar rumah. Bilamana keluar rumah, ia kerap dikata-katai sebagai ‘pinguin’ karena kesulitan berjalan dengan baik.
Tia merupakan anak yang rajin, sebelum gejala penyakitnya semakin parah ia tak pernah hilang semangat untuk pergi ke sekolahan. . “...ayah yang gendong kak…kata ayah karena nggak ada biaya buat bawa aku berobat ia bakal tetep berusaha cari uang juga buat gendong aku ke sekolahan”
Upah Pak Cucu menjadi tukang tenun hanya puluhan ribu sehari. Kerapakali ia kebingungan dari mana ia bisa mengobati Tia. Dokter berkata bahwa anaknya harus segera dioperasi karena bilamana dibiarkan penyakitnya bisa permanen.
Hingga saat ini, Syntia hanya dicek ke puskemas dan beberapa rumah sakit untuk USG. Belum ada tindakan medis yang serius karena keadaan ekonomi serba kurang menjadi hambatan untuk mengobati anak kesayangannya.
Dulu Syntia sempat dibawa ke tukang urut oleh Pak Cucu. Dengan uang puluhan ribu rupiah, ia berharap bisa membuat anaknya sembuh. Ibunya juga kerap memberikan air doa dengan harapan Tia bisa pulih dan beraktivitas seperti anak lainnya.
Pak Cucu memiliki tiga orang anak, anak terkecilnya yaitu De Gibran juga mengalami sakit-sakitan dan harus dibawa ke dokter. Keadaan serba terhimpit membuatnya semakin kesulitan, dengan harapan dan doa ia tetap sabar menghadapi cobaan dan berharap Syntia bisa sembuh.
Melalui campaign Semua Berhak Sehat, mari kita sebarkan campaign ini dan membantu Syntia. Kalian dapat membantu berdonasi dengan cara:
- Klik “DONASI SEKARANG”;
- Masukkan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via e-mail.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama berjudul Semua Berhak Sehat
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Ayah Buruh Pabrik, Gendong Anak Demi Bisa Sekolah
terkumpul dari target Rp 73.500.000