
Senyum Penjual Minuman Tradisional
terkumpul dari target Rp 15.000.000
Minuman lahang merupakan hal asing bagi kita di zaman sekarang. Minuman tradisional yang mengandung isotonik tersebut semakin jarang dan kalah bersaing di pasaran. Dalam perjalanan, tim lapangan kami bertemu dengan lansia penjual air lahang yang sudah sangat ringkih.
Bernama Abah Adang, berasal dari Kabupaten Sumedang. Berangkat dari pagi, ia menyiapkan minuman yang akan dijual di rumahya yang kecil dan sederhana. Dengan harga lima ribu rupiah segelas, Abah Adang menawarkan dagangannya ke orang-orang di jalanan perkotaan Kabupaten Bandung.
Sudah dua puluh lima tahun Abah Adang berjualan air lahang. Seiring dengan perkembangan zaman, minuman yang dijualnya sudah jarang pembeli. Bahkan orang-orang tidak mengetahui air apa yang dijualnya tersebut.
Seringkali, Abah Adang pulang dengan air yang masih terisi penuh di batang bambu yang ia pakai untuk berjualan. Padahal lima liter air lahang ia beli dari petani seharga lima puluh ribu namun hal tersebut seringkali nombok karena tak laku.
Belum lagi Abah Adang harus membayar ongkos yang cukup tinggi dari Sumedang ke Kota Bandung untuk sampai ke tempat jualan. Bahkan pernah beliau kekurangan untuk ongkos saat pulang ke rumahnya.
Selama puluhan tahun berjualan, ada saja kejadian buruk di jalanan yang membuatnya trauma. Abah Adang bercerita bahwa ia pernah dihipnotis hingga membuatnya kehilangan uang dan jam tangan kesayangan. Sejak saat itu, ia takut jualan di sembarang tempat dan selalu waswas.
Abah Adang memiliki penyakit lambung. Bilamana sedang kambuh, ia cuman bisa nahan diri sewaktu berjualan di jalan. Kalau kabuhnya malam hari, ia tak tidur semalaman walau paginya harus kembali jualan. Tak jarang Abah Adang jualan dengan lemas dan rasa sakit.
Abah Adang merupakan sosok pekerja keras. Di usia yang rentan, ia tak mengenal lelah. Dagangannya yang jarang laku tak membuatnya patah semangat. Sosok seperti Abah Adang adalah gambaran dari kelompok rentan atau marjinal perkotaan, berangkat dari desa ke kota untuk menyambung hidup.
Dalam campaign dan program Spreading Kindness for Urban Poor, Ayo Kita Peduli bermaksud membantu Abah Adang. Mari kita sebarkan campaign dan membantu berdonasi untuk Abah Adang dengan cara:
- Klik “DONASI SEKARANG”;
- Masukkan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via e-mail.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Senyum Penjual Minuman Tradisional
terkumpul dari target Rp 15.000.000