
Walang sangit penyambung hidup Lansia ini
terkumpul dari target Rp 130.000.000
SI NENEK PEMBURU WALANGSANGIT, BERTAHAN HIDUP DI USIA SENJA
Tidak peduli seberapa keras jalannya, setiap hari ia berjalan melewati tebing demi tebing di sawah untuk mencari nafkah. Kakinya sering tenggelam di lumpur dan ia harus berusaha mengangkat kakinya dengan sekuat tenaga. Julukannya “Si Nenek Pemburu Walangsangit”. Ia adalah Nek Raisah yang usianya telah menginjak 88 tahun, demi bertahan hidup di usia yang sudah renta, ia tetap memburu walangsangit sebagai nafkah utama.
Walangsangit memang kerap digunakan di kalangan masyarakat Lombok sebagai tambahan bumbu olahan makanan. Untuk mendapatkan walangsangit harus turun ke sawah yang ditanam padi untuk menangkapnya dengan jaring. Selain itu, sulit sekali bisa mendapatkan walangsangit dikarenakan hanya ada pada saat orang menjelang panen padi. Namun Nek Raisah tidak pernah mengeluh, sejak sang suami meninggal ia bertahan hidup dengan memburu walangsangit di sawah dan nantinya ia tawarkan ke tetangga bahkan ia sering berjalan kaki ke pasar yang jaraknya 4 km dari rumahnya, ia menawarkan hasil tangkapannya dengan harga Rp.5.000 saja untuk satu kresek.
Nek Raisah tinggal di gubuk yang kumuh, di rumahnya yang hanya sepetak dengan tembok beralaskan triplek bahkan kasur yang digunakan untuk melindungi tubuhnya dari kedinginan sudah tidak layak pakai dan tidak dilapisi dengan seprai. Jangankan untuk melengkapi perabotan rumahnya, hanya makan saja Nek Raisah hanya makan dengan nasi putih tanpa lauk dan tanpa garam dengan piring besi kuno. Namun Nek Raisah tetap bersyukur dengan kehidupannya.
Begitu besar perjuangan Nek Raisah dikala usianya yang telah senja, Nek Raisah hanya berharap nantinya ia lebih dimudahkan untuk mencari nafkah dan dapat makan dengan lauk pauk yang cukup. Demi bertahan hidup, Nek Raisah berjalan melewati lumpur dan tebing sawah yang tidak rata, usia yang renta bisa saja membuatnya sering terjatuh, namun ia tidak pernah mengeluh.
OrangBaik, Nek Raisah merupakan lansia dhuafa, ia harus mencari nafkah dengan berburu walangsangit di tengah sawah dengan kondisinya yang sudah renta, ia tetap berjalan dengan tertatih-tatih namun ia selalu berusaha dengan sisa tenaga yang dimiliki.
Yuk kita bantu Nek Raisah untuk menyambung sisa hidupnya dan untuk memiliki usaha kecil-kecilan guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Yuk Klik Tombol “Donasi”.
- Masukkan nominal Donasi
- Pilih metode pembayaran (Transfer BRI/BSI/Bank Mandiri)
- Selesaikan dengan lanjutkan pembayaran
- Dapatkan update dan laporan program melalui email/whatsapp yang sahabat ABADI cantumkan

Walang sangit penyambung hidup Lansia ini
terkumpul dari target Rp 130.000.000