
Beban 30Kg di Pundak Jadi Harapan Besar Abah Ahdi
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Apa yang pertama kali kalian pikirkan jika kita akan membeli kebutuhan papan, terutama kursi dan meja untuk disimpan di depan rumah? Pergi ke toko furniture dan memilih yang cocok dengan selera bukan? Tetapi berbeda dengan abah Ahdi yang mana beliau menjajakan kursi dan meja rotan buatannya di sepanjang jalan selama seharian penuh. Abah Ahdi yang kini berumur 69 tahun masih bekerja keras dengan memanggul beban sekitar 30 kg lebih seharian penuh demi menafkahi keluarganya, bahkan kita tidak tahu apakah akan terjual dengan cepat kursi dan meja rotan tersebut disaat banyak orang yang memilih ke toko karena lebih banyak variasi model.
Kursi dan meja tersebut beliau jual dengan harga 500 ribu rupiah, itu pun sudah terbilang cukup murah untuk modal barang tersebut. Beliau menempuh lebih dari 20 km setiap harinya untuk mencari pelanggan, dan bahkan bisa berhari hari beliau tidak pulang, bahkan hari ini saja belum pulang selama 2 hari dan biasa tidur di masjid sekitar atau di depan toko dikarenakan susahnya mencari pelanggan.
Jika beliau belum pulang, untuk kebutuhan rumah biasanya istri beliau akan meminjam dari tetangganya untuk membeli beras dan terkadang juga mengutang ke warung untuk membeli beras dan lauknya, dan akan dibayar jika beliau sudah pulang, itupun jika kursi dan meja rotannya sudah terjual.
Di Kondisi yang seperti ini pun beliau masih harus memikirkan biaya sekolah anaknya yang paling kecil yang masih duduk dikelas 3 sd, oleh karena itu beliau masih harus berjuang keras untuk anaknya itu. Jauh dari anaknya pun beliau merasa tidak enak. #TemanBerbagi Jika ada modal untuk usaha lain, beliau menginginkan membuat warung sendiri, selain dari meringankan beliau dari berjalan lebih dari 20 km setiap harinya, bisa dekat dengan keluarga juga merupakan impian beliau.

Beban 30Kg di Pundak Jadi Harapan Besar Abah Ahdi
terkumpul dari target Rp 20.000.000