
Kayuhan Sepeda Tua Harapan Lansia Tukang Kerupuk
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Setiap hari, dari pagi hingga sore, Abah Didi (65) mengayuh sepeda gerobaknya sejauh belasan kilometer demi menjajakan kerupuk. Meski usianya tak lagi muda, semangatnya tetap membara untuk mencari nafkah. Di masa tuanya, ia masih memilih berjuang sendiri, tanpa ingin merepotkan anak-anaknya. “Abah nggak mau nyusahin anak, jadi Abah jualan kerupuk aja, Nak,” katanya dengan senyum yang tetap ia paksakan.
Rutinitas Abah Didi dimulai sejak pukul 6 pagi. Saat sebagian orang masih menikmati hangatnya secangkir kopi, ia sudah harus mengayuh sepedanya mengelilingi kota. Hingga pukul 4 sore, ia terus menawarkan dagangannya dari gang ke gang, berharap ada pembeli yang bersedia melirik kerupuknya. Lelah tentu dirasakannya, tapi apa daya, ia harus terus bekerja agar Keluarga dikampung tetap sehat dan bisa makan. “Kalau nggak jualan, Abah nggak ada uang buat makan,” tuturnya lirih.
Dari hasil berjualan, Abah hanya bisa membawa pulang keuntungan sebesar 15-30 ribu rupiah per hari. Itu pun harus dibagi dengan pemilik kerupuk, karena ia hanya seorang penjual titipan. Meski hasilnya tak seberapa, Abah tetap bersyukur masih bisa bertahan hidup. “Yang penting ada yang bisa dimakan, Nak. Rezeki itu yang penting halal,” ucapnya dengan penuh keikhlasan.
Setiap hari, pegal dan sakit di kaki sudah menjadi teman setianya. Terlalu lama mengayuh sepeda tua membuat sendi-sendi di tubuhnya sering terasa nyeri. Saat rasa lelah tak tertahankan, ia akan berhenti di pinggir jalan untuk beristirahat sejenak. “Pegal mah udah biasa, Nak. Namanya juga usaha, pasti ada pengorbanan,” katanya sambil memijat kakinya yang terasa kaku.
Meski telah belasan tahun berjualan di kota, kesejahteraan belum juga berpihak padanya. Hidup masih terasa berat, tetapi Abah Didi tetap tegar menjalani hari-harinya. Dengan sisa tenaga yang ada, ia terus berjuang demi keluarga di kampung. Bagi Abah, selama masih bisa bergerak, ia akan tetap mengayuh sepeda gerobaknya, berharap esok hari akan membawa rezeki yang lebih baik.
#TemanBerbagi, Abah Didi menjadi contoh bagi kita semua bahwa dalam hidup kita harus tetap berjuang demi meraih kesejahteraan. Jika ada modal, Abah ingin sekali memiliki warung di kampungnya sendiri agar beliau tidak lagi berpisah dengan keluarganya dan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih layak lagi

Kayuhan Sepeda Tua Harapan Lansia Tukang Kerupuk
terkumpul dari target Rp 20.000.000