
Kadang Tak Laku! Semangat Lansia pedagang Sapu Keliling
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Hidup memang tak selalu mudah, terutama bagi Abah Herman yang kini berusia 71 tahun. Selama lebih dari 44 tahun, beliau telah menjalani profesi sebagai tukang sapu keliling di Kota Bandung. Setiap hari, dengan langkah perlahan namun pasti, ia berjalan sejauh 30 kilometer, menyusuri jalan-jalan demi menjual sapu. “Dari dulu kerjaannya ini aja, Nak. Badan udah mulai sakit, tapi mau gimana lagi? Kalau nggak kerja, nggak makan,” katanya sambil mengelap keringat di dahinya.
Di pundaknya, Abah memikul 20 biji sapu, yang beratnya bisa lebih dari 15 kilogram. Meski tubuhnya sudah renta, ia tetap semangat menjajakan dagangannya. “ini abah bawa sapu 20 biji. inipun sisa kemarin karena belum laku” ujar abah sambil menepuk-nepuk sapunya yang tertata rapi. Biasanya, jika sedang ramai, Abah bisa menjual 9 sapu dalam sehari, tapi jika sepi, bisa tidak laku sama sekali, terutama saat musim hujan.
Setiap sapu yang ia jual berharga Rp30.000, namun Abah hanya mendapat keuntungan Rp5.000 per sapu. Itu pun belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kadang uang punya juragan sapu saya pakai dulu, Dek, karena kalau nggak, saya nggak bisa makan,” tuturnya lirih. Setiap malam, ia harus menyerahkan hasil penjualan kepada pemilik sapu, menyisakan sedikit untuk dirinya sendiri.
Dengan penghasilan yang tidak menentu, Abah sering hanya makan sekali sehari. Bahkan, tak jarang menunya hanya nasi dengan kecap atau garam, karena tidak ada uang untuk membeli lauk. “Kalau lagi ada rezeki lebih, bisa makan tempe. Tapi kalau lagi seret, ya seadanya aja. Hari ini aja baru makan satu kali” katanya dengan senyum tipis. Meski begitu, ia tetap bersyukur karena masih diberi kesehatan untuk bekerja.
Sayangnya, usia yang semakin tua membuat Abah sering mengalami sakit di kakinya, tetapi ia tidak bisa berobat karena keterbatasan biaya. “Paling saya beli obat warung aja, yang murah, yang penting bisa jalan lagi,” ujarnya. Hidup memang tidak mudah, tetapi Abah Herman tetap berjuang, melangkah setiap hari dengan harapan ada rezeki yang cukup untuk bertahan. Meski sederhana, ia tetap memiliki semangat yang luar biasa untuk terus bertahan di tengah kerasnya kehidupan.
#TemanBerbagi Abah Herman ini adalah contoh untuk kita semua bahwa di usianya yang senja dengan badan yang sudah ringkih tapi tetap semangat untuk mengais rezekinya setiap harinya. Harapan Abah pun hanya ingin terpenuhi untuk makan sehari-hari agar Abah tetap semangat. Yuk kita bantu wujudkan untuk memberikan sedikit rezeki kita untuk memenuhi Nutrisi Abah

Kadang Tak Laku! Semangat Lansia pedagang Sapu Keliling
terkumpul dari target Rp 20.000.000