
Setetes Keringat Abah Mamad Tukang Sol Sepatu
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Sebagai seorang lansia berusia 66 tahun, Abah Mamad masih harus berjuang mencari nafkah dengan menjadi tukang sol sepatu. Sejak pagi hingga maghrib, ia duduk di lapaknya yang sederhana, terbuat dari spanduk dan terpal bekas yang sudah bolong. Usianya yang semakin tua membuatnya tak lagi kuat berkeliling mencari pelanggan seperti dulu. “Sekarang Abah duduk aja di lapak, nunggu ada yang datang,” katanya dengan nada sabar.
Lapak sol sepatu Abah Mamad memang tak selalu ramai. Setiap harinya, hanya satu atau dua pelanggan yang datang untuk memperbaiki sepatu mereka. Dalam sehari, penghasilannya hanya berkisar antara 20 hingga 30 ribu rupiah, bahkan terkadang hanya 15 ribu rupiah. Namun, meskipun penghasilan semakin kecil, Abah tetap bekerja tanpa mengenal libur, berharap ada rezeki yang datang.
Di tengah sepinya pelanggan, Abah Mamad tak bisa menyembunyikan kesedihannya. “Cuman segitu, Nak. Sedih kalau lagi sepi, belum bisa kirim buat keluarga. Habis buat makan Abah sama bayar kontrakan,” ujarnya lirih. Meskipun begitu, ia tetap bertahan, karena baginya, satu-satunya pilihan adalah terus berusaha.
Tinggal seorang diri di kota membuat hidup Abah Mamad semakin berat. Ia meninggalkan istri dan anaknya di kampung, dengan harapan bisa mengirimkan uang untuk mereka. Namun, dengan penghasilan yang minim, ia harus menunggu dua hingga tiga bulan hingga uangnya cukup untuk dikirimkan. Selama itu, ia hanya bisa menahan rindu dan berharap keadaan segera membaik.
Meski hidup penuh keterbatasan, Abah Mamad tetap menjalani harinya dengan keikhlasan. Ia sadar bahwa rezeki tak selalu datang dalam jumlah besar, tetapi ia percaya bahwa selama ia masih berusaha, selalu ada jalan. “Yang penting usaha, Nak. Rezeki mah ada yang ngatur,” tuturnya sambil tersenyum tipis.
#TemanBerbagi, Abah Mamad menjadi contoh bagi kita semua bahwa perjuangan tidak boleh usai hanya karena faktor usia. Jika ada modal beliau ingin sekali bisa memiliki warung di kampungnya agar tidak lagi meninggalkan istri dan anaknya di rumah serta bisa mendapatkan keuntungan yang lebih layak lagi.. Oleh karena itu, yuk kita patungan wujudkan warung impian Abah Mamad bareng-bareng!!

Setetes Keringat Abah Mamad Tukang Sol Sepatu
terkumpul dari target Rp 20.000.000