
Langkah Kecil Abah Pandi Demi Keluarga di Kampung
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Hidup di usia senja bukanlah perkara mudah, terlebih bagi Abah Pandi yang kini sudah menginjak usia 67 tahun. Demi mencari nafkah, ia merantau ke kota besar dan menjalani hidup seorang diri. Setiap hari, ia menjajakan dagangannya di pinggir lampu merah, berkeliling belasan kilometer untuk mencari rezeki. “Kalau di kampung susah, Nak, jadi Abah coba cari peruntungan di kota,” ujarnya dengan nada lirih.
Sejak pagi hingga sore, Abah tak kenal lelah berjalan menawarkan dagangannya. Meski tubuhnya sudah renta, ia tetap semangat demi bisa mengirim uang ke anak dan istrinya di kampung. Namun, di musim hujan seperti sekarang, dagangannya semakin sulit laku. “Kalau lagi hujan, Abah kadang cuma dapat 10 ribu, Nak. Tapi kalau nggak jualan, Abah nggak bisa kirim uang buat keluarga,” katanya sambil menggigil di bawah gerimis.
Di tengah keterbatasannya, Abah Pandi bersyukur masih bisa berbagi kontrakan dengan seorang teman agar biaya tempat tinggal tidak terlalu membebani. Baginya, yang terpenting adalah bisa menghemat uang agar lebih banyak yang bisa dikirim ke keluarganya. “Yang penting Abah bisa bertahan, Nak. Selama masih kuat, Abah bakal terus berusaha,” ucapnya sambil menata barang dagangan di tasnya.
Impian Abah Pandi sederhana, ia hanya ingin anak-anaknya bisa terus bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik darinya. Setiap rupiah yang ia dapatkan selalu ia sisihkan demi masa depan mereka. “Abah nggak mau anak-anak Abah susah kayak Abah. Makanya, Abah rela ngelakuin apa aja biar mereka tetap sekolah,” katanya dengan harapan yang besar.
Sayangnya, di jalanan kota yang ramai, tidak semua orang memahami perjuangannya. Tak jarang, orang-orang merasa takut atau menghindarinya saat ia berjualan di lampu merah. “Abah minta maaf kalau ada yang takut lihat Abah. Abah cuma mau cari rezeki buat anak-anak,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Namun, meski sering dipandang sebelah mata, ia tetap berusaha dengan penuh keikhlasan demi orang-orang tercintanya di kampung.
#TemanBerbagi, Abah Pandi menjadi contoh bagi kita bahwa harus tetap sabar dan semangat dalam menjalani hidup. Abah sama sekali tidak pernah menyerah untuk tetap melanjutkan hidupnya. Jika punya modal abah ingin sekali pulang ke kampung untuk mempunyai usaha disana, agar bisa melihat anak anaknya sekolah

Langkah Kecil Abah Pandi Demi Keluarga di Kampung
terkumpul dari target Rp 20.000.000