
Berikan Senyuman Lansia Tukang Korek Api
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Diusianya yang sudah menginjak usia 65 tahun, Abah Suhendar masih harus berjuang di masa tuanya. Abah berjuang seorang diri di kota dengan berjualan alat cukur janggut dan korek api. Tubuh yang sudah rentanya tersebut Abah paksakan demi bisa melanjutkan hidupnya.
Puluhan kilo meter Abah tempuh dengan berjalan kaki untuk menjajakan dagangannya. Namun dengan perjuangan yang sudah dilakukannya tidak kunjung membuahkan hasil yang memuaskan.
Dalam sehari Abah hanya bisa mendapatkan keuntungan 12-20 ribu rupiah saja, dagangannya kini kian sepi apalagi di musim penghujan seperti saat ini.
“Cuman 12 ribu nak, apalagi sekarang musim hujan makin sepi. Abah juga ini jalan kaki aja nak, kalau naik angkot nanti untung buat Abah nya habis.”
Berjuang seorang diri di kota sudah cukup sulit bagi Abah, apalagi kini Abah tidak punya tempat tinggal di kota dan hanya bisa tidur di lapak jualan orang lain pada saat malam hari. Namun dengan segala rintangan yang beliau hadapi, Abah Suhendar tidak putus asa dan tetap semangat untuk berjualan.
Abah Suhendar mengungkapkan bahwa dirinya sering dibilang pengemis walaupun sebenarnya beliau memiliki usaha melalui dagangan alat cukur janggut dan korek apinya.
“Abah sering dibilang pengemis nak, tapi gapapa Abah Ikhlas aja. Yang penting Abah ga minta-minta buat makan, Abah terus berjuang.”
#TemanBerbagi, Abah Suhendar menjadi contoh bagi kita untuk terus berjuang walaupun banyak rintangan yang harus dihadapi. Jika ada modal Abah ingin sekali memiliki usaha lain yang lebih menguntungkan agar beliau bisa menjalani hidup dengan lebih layak lagi

Berikan Senyuman Lansia Tukang Korek Api
terkumpul dari target Rp 20.000.000