
Bantu Mewujudkan Harapan Ibu Halimah
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Selama 25 tahun berjualan sapu keliling berkilo-kilo meter ditempuhnya, dengan rasa sakit di kaki yang semakin hari semakin terasa. Bu Halimah (70) menekuni profesinya tanpa kenal lelah sebagai penjual sapu keliling, dengan tanggungjawab lain yang di milikinya, seorang anak pengidap gangguan mental (ODGJ) selama 15 tahun putra bungsunya (Rojak) yang kini berusia 37 tahun, setelah bercerai dengan sang istri karena masalah ekonomi.
Bu Halimah, berjualan sapu keliling dan mendapatkan penghasilan kurang lebih 20-30 dalam sehari. Belum lagi harus terpakai untuk biaya ongkos pulang Bu Halimah, kadang sisa dari uang tersebut hanya cukup untuk membeli beras saja. Syukurnya beliau memiliki rumah peninggalan dari kedua orang tuanya, sehingga tidak perlu mengkhawatirkan tempat untuk berteduh.
Rojak putra bungsunya itu seringkali kambuh jika telat diberikan makan oleh sang ibu, ia akan berlarian keluar rumah tanpa mengenakan sehelai benangpun. Rojak sudah pernah dimasukkan ke RSJ sebanyak 2x, hanya saja karena terkendala biaya membuat Bu Halimah mau tidak mau mengambil kembali putranya dan mengurus sendirian. Bu Halimah masih memiliki dua anak lainnya, hanya saja keadaan ekonomi mereka juga tidak berbeda jauh dari beliau, sehingga tak mampu meringankan beban sang ibu.
Mirisnya ruangan yang menjadi tempat beristirahat dan aktivitas Pak Rojak sangat tidak layak dan tidak sehat, mulai dari buang air besar hingga kencing dan makan pun di ruangan yang sama.
Karena usia yang sudah tak lagi prima Bu Halimah kini hanya berkeliling di sekitar rumahnya saja, bahkan terkadang juga Bu Halimah tak berjualan membuat ia kesulitan mendapat penghasilan untuk makan sehari-harinya, beruntungnya para tetangga sekitar rumah sering memberikan makan untuk Bu Halimah.
“Emak mah pengen punya warung asakan sekarang teh, biar gak usah jalan jauh-jauh lagi, kaki emak udah gak kuat buat jalan jauh, ditambah anak emak juga gak ada yang jagain, takutnya ganggu warga sekitar waktu emak lagi jualan…” ujar bu halimah.
Bu Halimah memiliki impian untuk bisa membuka usaha warung yang menyediakan lauk pauk (warung asakan), agar ia tidak perlu berjalan jauh-jauh dan juga bisa menjaga putranya seharian penuh, karena sejatinya hati seorang ibu tidak akan membiarkan putranya begitu saja, tidak peduli bagaimanapun kondisinya.
Hai sahabat berdampak, mari sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Ibu Halimah. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha serta bantuan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Bantu Mewujudkan Harapan Ibu Halimah
terkumpul dari target Rp 50.000.000