
NTT Krisis Air Bersih! Bantu Bangun Sumur Air
terkumpul dari target Rp 100.000.000
NTT memiliki iklim tropis kering dan sering mengalami musim kemarau yang panjang, yaitu sekitar 8 bulan per tahun. Musim kemarau yang panjang membuat kekeringan tak bisa dihindari. Kekeringan yang terjadi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan dampak yang buruk seperti menurunnya tinggi permukaan air di sungai dan waduk, sulitnya mendapatkan air dan gagal panen.
Sudah menjadi kondisi sehari-hari 35 kk warga muslim Desa Manela yang menjalani kekurangan air, warga harus berjalan berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air bersih ke sungai, bukan perjuangan yang mudah untuk membawa jerigen yang berat.
Warga sudah berikhtiar menggali sumur di samping Masjid Al-Muhajirin namun apalah daya karena menggali dengan cara manual, air yang di dapat hanya sedikit dan tidak bisa mencukupi kebutuhan semua warga sehari-hari, apalagi untuk bersuci sebelum ibadah.
Sehingga ketika musim kemarau panjang warga patungan membeli air 125 ribu yang hanya bisa mengisi setengah tandon atau 300-400 L. Dikarenakan mayoritas warga adalah petani yang berpendapatan rendah, warga lebih memilih berjalan berkilo meter untuk mendapatkan air.
Untuk menangani masalah krisis air bersih ini, harus dilakukan upaya menggali sumber air yang lebih dalam agar sumber air yang di dapat lebih banyak yang akan mencukupi kebutuhan sehari-hari masyarakat dan juga kebutuhan bersuci dalam beribadah, dan masjid yang di bangun sumur air akan menjadi termakmurkan.

NTT Krisis Air Bersih! Bantu Bangun Sumur Air
terkumpul dari target Rp 100.000.000