
TERTIPU! Lansia Penjual Sapu Ditipu Dengan Uang Palsu
terkumpul dari target Rp 30.000.000
Sudah 34 tahun Abah Agus berjualan sapu keliling dan sudah 34 juga Abah Agus menggantungkan nasib finansial keluarganya kepada profesi beliau sebagai penjual sapu keliling.
Usia Abah Agus sudah tak muda lagi, beliau sudah menginjak 62 tahun. Tapi beliau masih memaksakan diri untuk berjualan keliling demi menghidupi anak dan istrinya di rumah. Sebelumnya beliau bekerja sebagai pegawai konveksi, namun karena perusahaannya bangkrut, terpaksa beliau alih profesi menjadi penjual sapu.
Beliau berangkat dari Cicalengka ke Bandung di pagi hari untuk menjajakan sapu-sapu dagangannya. Keuntungan bersih yang beliau dapatkan dalam satu hari tak pernah lebih dari 30 ribu rupiah. Terkadang Abah Agus membiarkan perutnya kosong selama berjualan, bahkan selama satu hari penuh agar anak dan istri beliau di rumah bisa makan.
Bakan Abah rela pulang jalan kaki dari Bandung ke rumahnya di Cicalengka agar anak dan istrinya bisa mengganjal perut mereka dengan nasi dan lauk sederhana. Abah juga rela berjualan dalam kondisi sakit dan demam supaya bisa mengumpulkan uang untuk biaya sekolah anaknya.
Ada pengalaman memilukan selama Abah Agus berjualan sapu di jalanan. Abah pernah ditipu oleh pelanggan yang membeli sapunya dengan uang 50 ribu palsu.Beliau tak sadar karena pengelihatannya sudah sangat kabur. Hingga saat ini beliau masih menyimpan uang tersebut sebagai barang bukti.
"Uangnya masih saya simpen ini..." ujar Abah Agus. Beliau sadar bahwa itu uang palsu ketika sedang membeli beras ke warung dan pemilik warung tersebut menolak uangnya sambil mengatakan bahwa uang tersebut adalah uang palsu.
Hingga saat ini Abah Agus masih berjuang untuk mensejahterakan kehidupan keluarganya dan mengumpulkan biaya untuk pendidikan anaknya karena saat ini, anak bungsu beliau masih menunggak biaya masuk sekolahnya.
Abah Agus ingin sekali memiliki sebuah kios perabotan dan warung kecil di rumahnya agar tak perlu berjualan keliling lagi karena usianya sudah tak muda lagi, badannya juga sudah sangat ringkih.
Sobat Berdampak, mari sebarkan campaign ini dan bantu ringankan beban Abah Agus agar beliau bisa mensejahterakan keluarganya dan mewujudkan impiannya untuk memiliki kios atau warung di rumahnya dengan cara:
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
TERTIPU! Lansia Penjual Sapu Ditipu Dengan Uang Palsu
terkumpul dari target Rp 30.000.000