
Nekat Rantau!! Demi Nafkahi Keluarganya
terkumpul dari target Rp 50.000.000
"Udah dua minggu lebih gak ada yang manggil, makan juga kadang nunggu ada yang ngasih” ucap Abah.
Setiap harinya Abah Cewo hanya bisa duduk di tepian jalan raya sembari berharap ada rezeki yang datang kepadanya. Bekerja sebagai tukang ngarit atau tukang gali keliling sejak puluhan tahun lalu, abah Cewo merantau jauh ke kota Bandung untuk mengadu nasib demi menafkahi keluarganya di kampung.
Kini usianya telah menginjak 70an, dengan tubuhnya yang sudah semakin tua dan renta ia harus bekerja keras menggali tanah yang kotor atau memotong rumput liar walaupun hanya mendapatkan upah yang minim. Semakin tua usianya, semakin sedikit pula orang-orang yang tertarik menggunakan jasa abah untuk menggali.
Semenjak tubuhnya semakin renta, tak setiap hari Abah Cewo dapat memperoleh penghasilan dari pekerjaannya sehingga seringkali abah Cewo kesulitan memenuhi kebutuhannya sendiri di Bandung. Ditambah Abah Cewo tak mematok berapa harga bayaran dari jasa gali yang ia tawarkan. Abah Cewo hanya menerima dengan ikhlas berapapun uang yang ia peroleh dari hasil keringatnya.
Terpaksa rasa lapar harus ia tahan apabila seharian ia tak memperoleh uang sepeserpun. Sama halnya dengan kondisi miris yang sedang abah alami saat ini. Hampir setengah bulan Abah Cewo tidak memiliki pemasukan sedikit pun. Ia hanya bergantung dari belas kasih orang yang rela memberi sedikit makanan untuk mengisi perut kosong abah. Sambil menahan rindu dengan istri dan cucunya di kampung, abah hanya bisa berharap akan ada hari esok yang lebih baik yang akan ia hadapi kedepannya agar abah bisa pulang kampung membawa rezeki untuk keluarganya.
Saat ini Abah Cewo hidup sendirian tanpa memiliki tempat tinggal atau kerabat yang tinggal di Bandung. Tinggal mengontrak di sebuah gubuk reot di sekitar tempat rongsok. Abah Cewo terpaksa tinggal di tempat itu karena abah tidak memiliki cukup uang untuk menyewa tempat yang lebih layak. Namun tetap saja kondisi tempat tinggal yang sempit dan dekat dengan lingkungan sampah dapat berakibat buruk mengingat usia abah yang sudah lanjut.
Hai sahabat berdampak, yuk sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Abah Cewo. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha serta bantuan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
1. Klik “Donasi Sekarang;
2. Masukan nominal donasinya;
3. Pilih metode pembayaran;
4. Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program “Semua Berhak Nyaman”
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan
Nekat Rantau!! Demi Nafkahi Keluarganya
terkumpul dari target Rp 50.000.000