
Ditipu! Bantu Penjual Pempe Untuk Hidup Lebih Layak
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Abah Edi, seorang lansia berusia 74 tahun yang masih berjuang keras cari nafkah di jalanan dengan berjualan pempek. Sejak lebih dari tiga puluh lima tahun yang lalu, Abah Edi memulai usaha sederhana ini, mengolah pempek yang dibuat dengan tangannya sendiri.Abah tinggal bersama istrinya, Ibu Aat Annisa berusia 64 tahun yang selalu setia mendampinginya.
Mereka berdua tinggal di sebuah kontrakan kecil yang sederhana dengan biaya sewa 600 ribu per bulan. Meski seringkali mereka harus berpindah kontrakan karena keterlambatan pembayaran. Abah selalu berusaha agar bisa tetap membayar sewa tepat waktu, meski penghasilan mereka tak tentu setiap hari.Keliling dari pagi hingga sore, penghasilannya pun tak menentu, tergantung pada banyaknya pembeli yang datang. Bahkan abah pernah beberapa kali tertipu oleh pembeli yang membawa uang pulsa alih-alih uang tunai, atau membeli pempek lalu kabur tanpa membayar.
Pernah suatu hari, ketika sedang beristirahat di luar warungnya, Abah diserang oleh lima orang yang tak dikenal. Empat orang memegangi gerobaknya, sementara seorang lainnya menempelkan golok ke punggung Abah. Di balik semua ujian hidup, ia tetap bersyukur dan tidak pernah berhenti berjualan.Kejadian buruk pun pernah dialami Abah Edi, beliau diserang oleh lima orang yang tak dikenal. Empat orang memegangi gerobaknya, sementara seorang lainnya menempelkan golok ke punggung Abah.Ada juga kejadian di mana Abah hampir terjatuh ke dalam selokan saat sedang mendorong gerobaknya pulang. Kaki tuanya yang sudah mulai rapuh hampir terjatuh, tetapi ia berhasil menghindar dengan kekuatan terakhirnya.
Kini, di usia senja, Abah Edi hanya punya satu harapan sederhana yaitu ingin bisa memiliki tempat tinggal yang tetap dan tidak lagi berpindah-pindah kontrakan. Ia juga berharap bisa memiliki penghasilan yang lebih baik agar bisa memberi kehidupan yang lebih layak bagi istrinya, yang selalu mendampinginya dengan penuh cinta. Abah juga memiliki tunggakan sewa kontrakan yang belum terbayar, sebesar 100 ribu untuk bulan Januari dan belum ada pembayaran untuk bulan Februari.
Hai sahabat berdampak, mari kita sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Abah Edi. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha dan bayaran kontrakan Abah Edi. Kalian dapat berdonasi dengan cara:
1. Klik Tombol “DONASI SEKARANG”;
2. Masukkan nominal donasinya;
3. Pilih bank (GO-PAY/BNI/BNI Syari’ah/Mandiri/BCA/BRI/Kartu Kredit);
4. Dapatkan laporan via e-mail.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program “Semua Berhak Nyaman”
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Ditipu! Bantu Penjual Pempe Untuk Hidup Lebih Layak
terkumpul dari target Rp 50.000.000