
Anak Sakit Paru-paru dan Sering Kejang! Bantu Bah Ena
terkumpul dari target Rp 70.000.000
Diusianya yang tak lagi muda, Bah Ena (58 tahun) masih harus berjibaku dengan kerasnya dunia berjualan angrek keliling hingga malam bahkan kerap tidur di selasar toko yang sudah tutup demi anak tercinta yang mengalami sakit paru dan epilepsi.
Neni Santika (24 tahun), anaknya, tidak bisa menjalani kehidupan layaknya orang pada umumnya, sakit paru-paru dan epilepsi sejak usia 4 tahun membuatnya hidup dengan mengkonsumsi obat hingga saat ini. “kalo telat obat atau dari makanan suka kambuh (kejang), sehari bisa 3 kali lebih, abis itu ngga sadar sampe 3 jam.”
Sejak Neni kecil bah Ena hanya bisa membawa berobat sebisanya, faktor biaya berobat dan penghasilan bah Ena menjadi hal yang tidak bisa ditawar. “penghasilan jual angrek dari 1 pot paling untung 25rb itu juga kalo ada yang beli, kalo ngga ya abah ngga pulang, tidur aja dimana emper toko, kalo pulang sayang ongkosnya, pul;ang juga harus bawa uang.” Ujar Abah Ena
“Harga obat se-butirnya 6-7rb, belum buat makan, kadang kalo jualan seadanya beli obat juga ngeteng aja per butir sekebelinya.” Lanjutnya
Abah Ena tidak ingin terus bergantung kepada orang lain, jika ada rezeki ada keinginan abah Ena mengganti jualan menjadi ayam potong, berharap dengan jualan yang perputarannya setiap hari untungnya pun tiap hari yang akan ia gunakan untuk kontrol rutin, membeli obat, dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Abah Ena sedang berjuang tanpa leleah mencari nafkah dan merawat Neni yang sakit paru-paru dan sering kejang. Mari bersama-sama meringankan beban Bah Ena agar bisa hidup lebih baik dan memberikan perawatan yang layak untuk mengobati anaknya. Sahabat berbagi, setiap bantuan berarti sangat besar bagi mereka!

Anak Sakit Paru-paru dan Sering Kejang! Bantu Bah Ena
terkumpul dari target Rp 70.000.000