
Perjuangan Abah Encar Bersama Becak Tua Nya
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Perkenalkan beliau bernama Abah Encar, usianya 69 tahun kini, seorang pejuang nafkah diusianya yang sudah tak lagi muda.
Beliau adalah seorang tukang becak, pergi pagi pulang petang untuk mencari sepeser rupiah dengan mengayuh pedal dibelakang kursi penumpang.
Di era yang sudah canggih ini lebih banyak yang menggunakan ojeg motor ketimbang becak. Namun hanya dengan menjadi tukang becak lah Abah Encar bisa mencari nafkah.
Bukan tanpa sebab, itu karena abah tidak memiliki kendaraan lain untuk ia tawarkan jasanya selain menjadi tukang becak.
Becak yang ia pakai pun harus ia sewa dengan membayar 7 ribu rupiah per hari nya.
Tujuh ribu rupiah per hari masih sangat terjangkau oleh Abah namun ketertarikan orang pada becak sudah sangat berkurang sekarang.
Kadang seharian Abah pun tidak dapat penumpang sama sekali, lelah menunggu membuatnya kadang kala tertidur saat menunggu penumpang.
Apalagi jarak dari rumah menuju tempat narik becak sangatlah jauh ia tempuh dengan berjalan kaki.
Penghasilan abah tidak menentu bahkan sering sekali tak dapat penumpang membuatnya harus menahan lapar dan haus saat menunggu penumpang.
Tak sering ia mengayuh sepeda becak dengan keadaan perut kosong.
Abah hanya tinggal berdua dengan Mak nya di tempat tinggal sepetak. Dan hanya abahlah tulang punggung keluarga.
Abah memiliki harapan mempunyai usaha warung kecil dirumahnya, warung kecil itu di harapkan abah bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.
Teman berbagi, maukah membantu Abah Encar memenuhi harapannya ? Kecil ataupun besar pertolonganmu akan sangat berharga untuk membantu meringankan beban Abah.
Disclaimer : Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Abah Encar dan Modal Usaha Abah Encar juga untuk mendukung penerima manfaat lainnya dibawah naungan Yayasan Lentera Pijar Kebaikan
Perjuangan Abah Encar Bersama Becak Tua Nya
terkumpul dari target Rp 60.000.000