
Lansia Sebatang Kara Jual Telor Asin Bantu Abah Tatang
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Sudah lebih dari separuh hidupnya abah Tatang (75 tahun) berjualan telor asin menghidupi anak dan istrinya hingga kini sepeninggal sang istri dan anak menginjak dewasa bah Tatang masih setia dengan mata pencahariannya “ya bisa nya ini, orang juga taunya abah jualan telor asin walaupun kadang jualan ngga abis tau juga”. Ujarnya
Setiap hari abah berangkat mulai pukul 5 pagi hingga petang tergantung habisnya dagangan, “sampai habis mah jarang, apalagi musim hujan kadang utuh nuunggu sampe sore juga.” ceritanya
Padahal untung yang ia ambil sangatlah kecil Rp.500 per butirnya dengan beban pikulan tak kurang dari 400 butir yang tak jarang dibawa pulang utuh.
Abah tinggal sendiri di rumah yang sangat sederhana, hanya berisi kasur, alat masak nasi dan keranjang pikulan yang setia menemani mencari rezeki. Sang istri lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa dan anak semata wayang nya sudah berumah tangga dengan kondisi ekonomi yang tidak jauh berbeda sehingga tak bisa membantu banyak.
Dulu abah membuat sendiri telor asin jualannya, karena keterbatasan modal kini abah hanya bisa ambil dari orang lain dan lama kelamaan peralatan yang ia miliki dijual untuk kebutuhan sehari-hari.
Abah ingin kembali memproduksi telor asin nya sendiri agar dapat menjual dengan harga yang lebih murah yang diharapkan mendongkrak kehidupan ekonominya, dan semua itu terbentur dengan ketersediaan modal.
Guys, kalau ketemu Abah, yuk bantu larisin dagangannya atau kamu bisa bantu abah dengan melalui link!

Lansia Sebatang Kara Jual Telor Asin Bantu Abah Tatang
terkumpul dari target Rp 50.000.000