
Juang Lansia Ringkih Penjual Qur039an Keliling
terkumpul dari target Rp 30.000.000
Abah Asep, seorang penjual Al-Qur'an keliling yang telah menghabiskan lebih dari sepuluh tahun hidupnya untuk menjual kitab suci di berbagai daerah, dari Cimahi hingga ke pelosok Bandung Barat.
Abah Asep bukanlah seorang yang mudah menyerah. Meskipun penghasilan yang didapatkan tidak menentu, bahkan terbilang kecil, beliau tetap berjuang setiap hari demi bertahan hidup dan membekali masa depan anak-anaknya, terutama yang sedang menuntut ilmu di pesantren.Penghasilan yang tidak menentu, namun Abah Asep tak pernah merasa putus asa.
Semenjak ditinggal istrinya meninggal dunia, abah pergi merantau dan ngekos bersama teman-temannya dengan biaya 150 ribu per bulan. Meskipun hidup sendiri setelah kepergian sang istri, Abah Asep tidak pernah merasa kesepian. Ia memiliki empat anak, tiga di antaranya sudah menikah, sementara satu anaknya masih berada di pesantren, menimba ilmu untuk masa depan.Hari-harinya dimulai pukul 7 pagi dan berakhir hingga sore hari sekitar pukul 6, tanpa ada libur.
Semua dilakukan demi satu tujuan: bertahan hidup dan memberikan yang terbaik untuk keluarganya, terutama untuk anaknya yang sedang menuntut ilmu di pesantren.Walau terkadang, kehidupan menguji ketabahan hati Abah Asep. Ia pernah mengalami lima hari berturut-turut tanpa satu pun barang jualannya yang laku. Namun, meskipun begitu, Abah Asep tidak pernah panik. Ketika lapar melanda, ia merasa selalu ada yang memberi makan, dan itu sudah cukup baginya. "Alhamdulillah," ucapnya, bersyukur meski keadaan sedang sulit.Salah satu pengalaman yang tak pernah ia lupakan adalah saat pernah hampir menjadi korban hipnotis.
Suatu ketika, saat sedang berjualan, seorang pria mendekatinya dan berpura-pura ingin membeli Al-Qur'an. Tiba-tiba, temannya yang ada di belakangnya menepuk punggung Abah Asep. Seperti ada sesuatu yang tidak beres, Abah Asep langsung merasa aneh dan sadar bahwa ia hampir saja menjadi korban hipnotis.Namun, berkat kesadaran dan kewaspadaannya, ia bisa menghindari bahaya tersebut. "Alhamdulillah, saya masih diberi kesadaran," katanya sambil tersenyum, merasa syukur karena bisa melewati cobaan itu tanpa terjadi hal yang lebih buruk. Kehidupan yang penuh perjuangan, bantu kehidupan Abah Asep penjual Qur'an yang lebih layak.
Dalam program Semua Makin Berkah, ketika Sobat Berdampak ikut berpartisipasi didalamnya secara tidak langsung membantu banyak anak yatim dan lansia dhuafa hidup kesulitan. Mereka akan dapat merasakan pangan, pakaian dan perlengkapan ibadah yang layak. Dengan gerakan ini mereka bisa tersenyum bahagia atas kebaikan yang kita berikan. Sobat Berdampak, mari ulurkan kebaikan di bulan Ramadhan dalam campaign dan program Semua Makin Berkah. Kalian dapat berpartisipasi dengan menyebarkan campaign ini dan berdonasi dengan cara:
- Klik Tombol Donasi Sekarang
- Masukkan nominal donasi
- Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
- Dapatkan Laporan Via Email
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Juang Lansia Ringkih Penjual Qur039an Keliling
terkumpul dari target Rp 30.000.000