
Jarang Makan Bantu Oma dan Opa Hidup Layak
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Tubuhnya begitu kurus. Kulit yang membalut tulang-tulangnya sudah keriput. Pertanda usia mereka kini sangat lah renta.
Setiap berdoa, Oma Tuti cuma bilang kepada Tuhan bahwa ia pasrah atas apapun yang ia jalani. Meski hidup kelaparan, meski tak pernah rayakan paskah seumur hidupnya. Oma Tuti dan Opa Awi terus berusaha bersyukur.
Di masa tuanya, hidup mereka ala kadarnya dari bantuan tetangga. Namun tidak setiap hari tetangga bisa bantu mereka, kadang mereka harus menyimpan sepiring nasi untuk dimakan dua hari. Jangan tanya seberapa sering Opa dan Oma meringkuk kelaparan.
Opa Awi kondisinya sudah tak bisa jalan, sedangkan Oma Tuti kini merawat Opa karena Opa satu-satunya keluarga yang tersisa. Tak ada lagi yang mampu bekerja, sedangkan mereka juga tak punya anak.
Selama ini mereka tinggal di rumah yang sudah lapuk bantuan dari tetangga yang iba melihat mereka tak punya rumah, rumah tersebut kapan saja bisa ambruk karena kondisinya sudah tak layak.
"Kalau musim penghujan seperti ini was-was sekali, takut tiba-tiba rumah yang saya tempati ambruk, Nanti larinya kemana, harus berteduh dimana?" -ungkap Oma Tuti
Tak terbayang bagaimana Oma Tuti dan Opa Awi harus bertahan hidup di usia mereka yang sudah tak muda lagi.
Opa dan Oma tinggal di Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Jawa Timur, menjalani kehidupannya dengan merawat Opa Awi yang sakit karena itu satu-satunya keluarga yang tersisa.
Mari bantu ringankan sedikit beban mereka dengan cara Klik tombol “DONASI SEKARANG”

Jarang Makan Bantu Oma dan Opa Hidup Layak
terkumpul dari target Rp 50.000.000