
Bantu Pasangan Lansia Penjual Cilok
terkumpul dari target Rp 30.000.000
Diusianya yang sudah tidak muda lagi sepasang lansia ini memilih untuk berjualan cilok di daerah rumahnya. Mereka berjualan dari pagi hingga malam dan terkadang harus menerjang medan jalanan yang terjal, tak kenal panas dan hujan mereka tetap bersemangat dan tidak pernah mengenal lelah untuk tetap menjuali ciloknya.
Mak oni lansia berusia 80 tahun dan suaminya Abah Suherlan yang berusia 72 tahun. Mereka berdua sudah berjualan cilok selama 30 tahun. Cilok yang mereka jual mereka buat sendiri dengan dibantu anaknya. Mak Oni dan Abah Suherlan memiliki 4 anak, yang masih tinggal bersama mereka 2 orang anak.
Penghasilan yang mereka dapatkan dari berjualan cilok tidak menentu Dengan keuntungan yang mereka hasilkan sayangnya mereka harus membayar hutangnya kepada bank keliling. Bahkan itupun masih kurang dari cukup untuk melunasi hutangnya.
Untuk memenuhi kebutuhannya mereka berdua hanya mendapatkan pemberian dari orang lain atau dari anaknya dan itupun kalau anaknya mempunyai rezeki lebih untuk membagi kepada Mak Oni dan Abah Suherlan.
Mirisnya, Mak Oni sembari berjualan cilok harus mengurus Abah Suherlan yang mengidap penyakit jantung yang sudah diidapnya selama 2 tahun. Akan tetapi dengan penyakit yang diderita Abah Suheran ia masih tetap ingin membantu istrinya berjualan karena sebuah bentuk tanggung jawab Abah Suherlan terhadap istri dan anaknya dan agar tidak terlalu membebani sang istri.
Awal mula penyakit jantung itu menyerang Abah Suheran saat Abah Suherlan dan Mak Oni sedang berjualan dan sedang mendorong roda, Abah Suherlan meminta untuk beristirhat di tukang rongsok dan tiba-tiba saja Abah Suherlan jatuh pingsan selama 30 menit.
Anak beserta cucunya sontak kaget mendengar berita Abah Suherlan jatuh pingsan, namun setelah siuman Abah Suherlan tetap melanjutkan perjalannya sejauh 1km. Menurut Abah Suherlan badannya terasa nyeri sebelah. Lalu anaknya menyarankan untuk segera mungkin Abah Suherlan dilarikan ke rumah sakit.
Sesudah Abah Suherlan dilarikan ke rumah sakit ternyata beliau mengidap penyakit jantung aliran jantungnya tersumbat aliran darahnya tidak lancar, kemudian abah di bawa ke rshs untuk dipasang ring tanpa menggunakan bius sehingga abah harus menahan nyeri yang luar biasa.
Abah Suherlan memeriksa dirinya dengan menggunakan bpjs, sayangnya ada beberapa obat yang tidak tercover bpjs sehingga Abah Suherlan harus membeli pil yang seharga 60rb, namun Abah Suherlan tidak bisa membeli obat tersebut jadi hanya pemberian dari dokter dan membeli yang lebih murah saja.
Dengan keadaan Abah Suherlan yang sekarang seperti ini Mak Oni hanya berharap agar suaminya dapat sehat kembali karena merasa sangat kasihan dan tidak enak, melihat suaminya harus bantu berjualan dengan keadaan penyakit yang terbilang cukup berat.
Sobat Berdampak, mari kita sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk Mak Oni dan Abah Suherlan agar bisa memenuhi kebutuhan Mak Oni dan Abah Suherlan dan bisa membeli obatnya Pak Suherlan.
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayarannya;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program yang berjudul Semua Berhak Nyaman
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
Bantu Pasangan Lansia Penjual Cilok
terkumpul dari target Rp 30.000.000