
Bantu Mak Aah Lansia Sebatang Kara Penjual Kopi
terkumpul dari target Rp 50.000.000
"Lutut Mak sakit sudah lama, jadinya Mak jalan gak biasa cepet, lima langkah berhenti jalan lagi terus aja gitu..." ungkap Mak Aah.
Mak Aah (74 tahun) jualan kopi sebagai pejuang nafkah keliling sudah lama, sejak ditinggal suaminya puluhan yang lalu. Untuk mencukupi hidup anak-anak nya Mak Aah menjadi seorang penjual kopi keliling, dan Alhamdulillah kini anak-anak nya sudah pada berkeluarga.
"Anak Mak banyak, tapi sudah pada pisah semua," ungkap Mak Aah.
Kini Mak sudah tidak bisa jualan keliling seperti dulu lagi, karena lututnya sudah tidak normal sering jatuh bahkan hampir keserempet mobil ketika dipaksakan untuk jalan.
Sepuluh tahun kebelakang mak merawat cucu yatim nya, dan sekarang cucunya pun sudah menginjak dewasa. Meskipun begitu mak Aah tetap berusaha untuk mengais rezeki, karena dimasa tuanya Mak tidak mau merepotkan anak dan cucunya malah Mak masih memikirkan nasib mereka.
Dengan keriput tulang pipi dan mulai rapuh tubuh nya, Mak jualan di kios milik orang lain mulai dari jam 6 pagi sampai jam 5 sore beliau habiskan waktunya dijalan, sambil menunggu pembeli Mak belajar iqro.
"Ya kalau sekarang jualan diam seperti ini, banyak melamun nya cu, tambah kesel ya udah Mak baca ini mumpung Mak masih dikasih jatah umur buat bekel disana nanti," ungkap Mak sambil memperlihatkan buku iqro nya dengan penuh semangat.
Kisah Mak Aah ini merupakan gambaran kegigihan seorang ibu, yang tak pernah lelah dalam merawat dan menyayangi anak-anaknya sampai kapanpun.
Sahabat, mungkin diantara kita sudah tidak memiliki sosok seorang ibu dan kita sangat merindukannya.
Yuk! Kita tumpahkan kerinduan kita ke Mak Aah ini, dengan menyisihkan sebagian rezeki yang sahabat titipkan untuk beliau adalah sebagai bentuk kerinduan kita kepada sang ibu yang telah tiada, insyaallah pahala kebaikan sahabat akan mengalir juga buat orang tua.
Klik tombol 'DONASI' sekarang!

Bantu Mak Aah Lansia Sebatang Kara Penjual Kopi
terkumpul dari target Rp 50.000.000