
Darurat! Bantu Marlina untuk Operasi Tumor
terkumpul dari target Rp 60.000.000
“Pa, Sakit pa. Perih sekali rasanya, ngga kuat pa”. Ungkap Marlina
Orang tua mana hatinya tersayat melihat putri semata wayang yang dirawat dan dibesarkan dengan penuh cinta harus merasakan penderitaan yang bahkan orang hebat pun sulit menerimanya.
Marlina (15 th) remaja cantik ini divonis menderita tumor yang kian hari membesar dan bertambah banyak di beberapa anggota tubuhnya. Penyakit ganas ini telah merenggut masa bermain dan belajarnya. Bahasa Indonesia adalah pelajaran favorit nya. Semua terganti dengan erangan penuh kesakitan, belum lagi tekanan psikis karena sakit yang dideritanya.
Penderitaan dek Marlina bermula saat sedang bersekolah, secara tiba-tiba ia pingsan dan dibopong gurunya pulang ke rumah. Tak ada yang aneh selama beristirahat di rumah hingga mulai timbul benjolan di leher sebelah kanannya. Sempat mengira benjolan itu hanyalah benjolan biasa, namun tak butuh waktu lama hingga benjolan pun kian membesar hingga akhirnya pecah dan saat pemeriksaan dek Marlina divonis penyakit mengerikan itu, tak sampai disitu benjolan itu pun mulai tumbuh di beberapa anggota tubuhnya seperti kaki, tangan dan punggung, bahkan di leher pun kembali muncul di sisi lainnya yang pertumbuhannya lebih cepat dan besar dari benjolan lain.
Mirisnya, saat sang Ayah membawa dek Marlina ke rumah sakit dengan motor tua nya, beberapa kali motor sang ayah mati membuat dek Marlina mau tidak mau ikut bantu mendorong bahkan sampai di depan Rumah sakit. Dek Marlina disarankan untuk menjalani terapi sinar dan kemo di rumah sakit sampai belasan kali. Namun uang darimana? Perjalanan ke RS cukup jauh, tidak mungkin dek Marlina harus mendorong motor tua sang ayah setiap kali berobat, tentunya membutuhkan ongkos, belum lagi biaya kemoterapi dan operasi tentulah tidak sedikit. Ayah dek Marlina hanyalah seorang tukang ojek pangkalan dengan penghasilan tak seberapa bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Semakin hari, kondisi dek Marlina semakin memprihatinkan. Benjolan semakin banyak dan luka bekas benjolan pertama juga memerlukan perawatan.
Dek Marlina sampai malu untuk keluar rumah sekedar menemui teman-temannya karena benjolan dilehernya yang besar. Ia hanya bisa berdiam diri di rumah sembari menunggu mukjizat Allah untuk kesembuhannya. “Aku pengen bisa sekolah dan main sama temen-temen lagi, Tapi aku belum bisa, guru-guruku takut kalau terjadi apa-apa sama aku jadi diizinkan untuk istirahat sampai sembuh”, lirih Marlina dalam lamunannya mungkin sambil mengingat saat-saat bermain dan belajar disekolah.

Darurat! Bantu Marlina untuk Operasi Tumor
terkumpul dari target Rp 60.000.000