
Bantu Perjuangan Mbah Jumiyo Penjual Es Lilin Jadul Keliling
terkumpul dari target Rp 40.000.000
Bantu Perjuangan Mbah Jumiyo Penjual Es Lilin Jadul Keliling
Dari jauh aku liat mbah Jumiyo (70) jalan tertatih dengan sepeda tuanya, diatasnya ada box bertuliskan ’jual es lilin jadul’. Ternyata di usia senjanya mbah masih harus menempuh puluhan kilo demi mendapat 40ribu.
Meskipun dagangannya sering gak laku, tapi mbah gak pernah mengeluh. Seringkali mbah membagikan es nya secara gratis untuk anak-anak jalanan yang ia temui.
“Semoga, ada rejeki yang barokah, yang halal semoga.. Saya diparingi selamat.. Aamin.” – ujar mbah Jumiyo.
Itulah doa sederhana yang setiap shalat ia minta, mbah hanya hidup berdua dengan istrinya. Selama pernikahan ia tidak dikaruniai anak. Setiap hari selepas sholat mbah selalu bersiap menjajakan es jadulnya.
Perlahan tapi pasti mbah menuntun sepeda tuanya untuk menjajakan dagangannya. Kalau dulu, mbah masih sanggup menggowes, tapi sekarang mbah takut jatuh karena badannya sering gemetar tiba-tiba dan sakit-sakitan.
Walau bakul berisi es penuh itu amat berat, tapi mbah tetap semangat jualan dari desa hingga ke kota demi menafkahi istrinya.
“Paling kendala itu kalau hujan saja. Saya sudah nggak kuat lari, jadi pasti bajunya basah semua. Gak apa-apa, namanya mencari rezeki, Insya Allah malah berkah...”
Kalau sudah lelah atau tangan kakinya gemetar hebat, mbah akan menepi, duduk dan minum air putih sambil berharap ada orang yang menghampiri untuk membeli. Keliling hingga langit gelap sudah jadi kebiasaan mbah.
“Biar nggak basi es jadulnya, saya suka bagi-bagi sama anak kecil yang saya lihat, terutama yang nggak ada uang untuk beli. Hitung-hitung tabungan saya dan ibu di akhirat. Saya sudah tua, tidak tahu umurnya sampai kapan...”
Pulang dengan tangan kosong, Mbah Jumiyo dan istri tak pernah mengeluh. Selama ada nasi hangat, garam atau ikan asin sisa, mereka sangat bahagia.
Hari-hari Mbah dan istrinya justru dipenuhi dengan rasa syukur. Tak pernah lupa shalat walaupun dalam keadaan sakit dan setiap Jum’at ikut pengajian di masjid, pulangnya mbah infaq berapapun uang yang dimiliki.
“Uang jual es saya simpan buat makan, buat infaq masjid, kalau masih sisa lagi untuk berbagi dengan teman-teman lansia lainnya..."
Bantu Perjuangan Mbah Jumiyo Penjual Es Lilin Jadul Keliling
terkumpul dari target Rp 40.000.000