
Bantu Perjuangan Mbah Aisyah Penjual Buah Srikaya Berdaya
terkumpul dari target Rp 100.000.000
Di usianya yang sudah senja, Mbah Aisyah (68) tak lagi memiliki keluarga. Sejak suaminya meninggal, beliau hidup sebatang kara berjualan surikaya, di depan ruko di pinggir jalan. Namun, sering kali dagangannya tak laku, membuatnya harus bertahan seharian tanpa makan.
“Seadanya, Mas, saya jual… Apa saja, asal bisa buat makan,” ucap Mbah Aisyah dengan suara lirih.
Setiap hari, tubuh rentanya semakin kurus dan lemah di tambah dengan kesehatan nya sudah tidak sebaik dulu (batuk dan sesak nafas) itu yang terkadang menjadi halangan terbesar mbah untuk bisa berjualan setiap hari nya. Ya mau gimana lagi mas yang bisa saya lakukan untuk menyambung hidup cuman dari berjualan ini, ucap Mbah Aisyah.
Nafasnya tersengal, perutnya kosong, terik matahari maupun hujan tak menggoyahkan niat mbah untuk jualan dan menunggu sampai ada orang yang beli. Karena itu satu-satunya pekerjaan mbah untuk dapat terus bertahan hidup, Mbah kerap menangis dalam kelaparan ketika tak satupun dagangannya terjual. Bahkan, beberapa kali mbah diusir pemilik ruko, memaksanya berpindah-pindah tempat.
Di usia yang seharusnya bisa menikmati masa tua dengan tenang, Namun justru Mbah Aisyah harus berjuang sendirian. Tidak ada keluarga yang merangkulnya, tidak ada rumah untuk beristirahat lagi dengan nyaman.
Setiap hari mbah mengobati rasa lelah dan capek nya dengan beristirahat di sepetak kos-kosan yang sempit yang hanya mampu di tempati 1 orang saja, sekali lagi tanpa hadir nya suami, anak, maupun cucu. Berat perjuangan hidup yang di jalani mbah Aisyah tanpa hadir nya orang tersayang di samping nya.
#OrangBaik, mari ulurkan tangan sebarkan kasih sayang kita kepada Mbah Aisyah. Bantuan Anda akan sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan hidup Mbah Aisyah, terutama untuk keberlangsungan hidup dan perawatan.

Bantu Perjuangan Mbah Aisyah Penjual Buah Srikaya Berdaya
terkumpul dari target Rp 100.000.000