
Pantang Mengemis Pak Mistur di Tengah Keterbatasan
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Berjalan kaki berkeliling sambil menjajakan dagangan peyeknya, Pak Mistur (56) dan istrinya Bu Jatini (47) terus berjuang untuk mencari nafkah. Dengan sabar Bu Jatini menuntun suaminya yang kini buta pada saat berjualan.
“Saya lebih milih jualan nak, mau seberapapun pendapatannya yang penting kita berusaha dan ga minta-minta.” ungkap Pak Mistur
Berjalan berkeliling belasan kilo menjadi hal yang sudah biasa bagi Pa Mistur dan Bu Jatini. Panas cahaya matahari dan dinginnya hujan juga sudah menjadi teman baik bagi beliau. Pak Mistur juga mengungkapkan bahwa beliau juga pernah terpaksa mengemis, namun tak lama kemudian beliau dan istrinya memutuskan untuk berjualan gorengan peyek untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena dirasa beliau sebagai manusia harus bisa memegang prinsip “Lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah.”
Dalam satu minggu, Pak Mistur dan istrinya hanya bisa berjualan 2 kali saja. Hal ini dikarenakan proses pembuatan gorengan peyek dan packing memakan waktu sampai 2 hari. Dalam satu kali jualan, Pak Mistur hanya bisa mendapatkan keuntungan sebesar 30-45 ribu rupiah saja.
Keuntungan yang didapat beliau pakai untuk bayar kontrakan dan makan sehari-hari. Dengan pendapatan yang seadanya, Pak mistur mengungkapkan bahwa beliau memiliki tunggakan karena belum bisa membayar kontrakan yang saat ini ditinggalinya.
“Di musim hujan kayak sekarang suka susah untuk jualan, hari ini juga kita kepaksa harus pulang cepat karena hujan.”
Sesuai yang diungkapkan oleh Pak Mistur, di musim penghujan seperti sekarang memang sangat susah untuk bisa berjualan berkeliling. Beliau dan istrinya seringkali pulang cepat karena hujan, sehingga peyek yang dijualnya tidak laku banyak.
Diketahui juga dalam beberapa tahun kebelakang mata kiri Pak Mistur masih bisa melihat dengan jelas. Namun karena pada saat itu beliau bekerja sebagai tukang kuli bangunan dan juga terus memaksakan dirinya mengangkat benda berat, menyebabkan pembuluh mata kirinya putus dan mengakibatkan buta total permanen.
#TemanBerbagi, Pak Mistur dan istrinya menjadi contoh bagi kita semua bahwa kita harus tetap semangat untuk terus berjuang memenuhi kebutuhan hidup kita tanpa minta-minta. Jika punya modal, Pak Mistur dan istrinya sangat ingin mengembangkan usaha peyeknya agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih layak lagi

Pantang Mengemis Pak Mistur di Tengah Keterbatasan
terkumpul dari target Rp 20.000.000