
Usia Hampir Satu Abad, Tukang Patri Merantau Jualan
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Di usianya yang sudah sangat renta, Pak Rumanta (95) harus banting tulang mencari nafkah sebagai tukang tambal peralatan rumah tangga yang terbuat dari logam atau tukang patri demi membiayai pengobatan sang istri.
Pak Rumanta merantau dari Ciamis ke Kota Bandung dengan harapan dapat mengubah nasib finansial keluarganya. Dalam satu hari beliau hanya bisa mendapatkan uang sebesar Rp.10.000 hingga Rp.25.000.
Dengan uang tersebut, beliau harus membayar uang kontrakan sebanyak Rp.300.000 dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terkadang uang kontrakan yang dibayarkan kurang karena beliau pakai untuk membeli makan.
Dalam satu hari Pak Rumanta hanya makan satu kali dengan lauk seadanya. Tidak jarang ada orang yang berbaik hati memberi makan kepada beliau ketika di jalan.
Ukuran kamar kontrakan Pak Rumanta sangat kecil, hanya 3 meter x 2 meter, belum lagi beliau harus menyimpan banyak barang-barang keperluan patri. Kondisi kamar kontrakannya sangat kumuh, lembab dan hanya ada barang-barang seadanya. Tinggal di perantauan dengan kondisi serba kekurangan.
Pada 20 tahun yang lalu, Pak Rumanta pernah mengalami kelumpuhan karena stroke. Dengan stroke yang beliau derita, Pak Rumanta tetap harus tetap mencari nafkah karena beliau memiliki tanggungan biaya pengobatan sang istri yaitu Ibu Uum (74).
Istrinya menderita penyakit jantung dan biaya ongkos ke rumah sakit Permata Bunda di Tasikmalaya. Saat ini sang istri dirawat oleh Nawa, cucu Pak Rumanta.
Pak Rumanta memiliki 4 orang anak, namun 2 di antaranya sudah meninggal dunia. Beliau tidak bisa berharap kepada anaknya karena mereka sama-sama tercekik masalah ekonomi. Anak Pak Rumanta hanya seorang kuli bangunan, uang yang dihasilkan tidak seberapa.
Ada orang yang pernah menipu Pak Rumanta. Orang tersebut mengatakan kalau ia memiliki barang yang mau dipatri, namun kenyataannya ia hanya ingin meminjam uang kepada Pak Rumanta.
Jam tangan beliau juga pernah dicuri oleh preman. Awalnya preman tersebut menawarkan Pak Rumanta untuk menjual jam tangannya dengan harga Rp.500.000. Namun ketika beliau memberikan jam tangannya, preman tersebut membawa kabur jam tangan milik Pak Rumanta.
Untuk memenuhi kehidupan keluarganya dan keperluan berobat istrinya, Pak Rumanta pernah meminjam uang ke bank. Namun pengajuan pinjaman ditolak oleh bank karena beliau dianggap sudah sangat tua atau tidak produktif.
Pak Rumanta memiliki keinginan untuk pulang ke Ciamis, namun beliau tak punya ongkos untuk pulang. Beliau juga tak dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah jika pulang ke Ciamis, karena menjadi tukang patri di sana tidak membuahkan hasil.
Pak Rumanta ingin sekali memiliki usaha kecil di rumahnya agar bisa menjaga sang istri secara langsung di Ciamis. Sayang sekali mimpi Pak Rumanta belum bisa terwujud karena keterbatasan biaya. Beliau sangat berharap mimpinya bisa terwujud suatu hari nanti.
Hai Sobat Berdampak, mari sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Pak Rumanta. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha serta bantuan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama berjudul Semua Berhak Nyaman
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
Usia Hampir Satu Abad, Tukang Patri Merantau Jualan
terkumpul dari target Rp 50.000.000