
Kaki Hancur 2 tahun jalan ngesot
terkumpul dari target Rp 138.315.000
TULANG KAKI HANCUR SUDAH 2 TAHUN, ADIK RANGGA DIRAWAT KAKEK & NENEK PENGEMBALA SAPI ORANG.
Namanya Rangga Winata (7), ia di diagnosa Kronis Osteomielitis Tibia yakni infeksi tulang dan sumsum tulang yang parah dan terus menerus pada tulang Tibia yang pada akhirnya kondisi ini menyebabkan kerusakan tulang dan jaringan lunak yang parah. Kondisi ini tentunya membuat Adik Rangga merasakan sakit yang sangat nyeri dan setiap malam ia tidak bisa tidur dan sering menangis karena tidak bisa menahan sakit di tubuhnya.
Pada awalnya Adik Rangga hanya tertusuk duri saat bermain di kebun, namun semakin lama kakinya semakin bengkak hingga menjalar ke betisnya. Kakek & Nenek membawanya berobat secara tradisional dan Medis. Saat ini, kondisi tulang kaki yang sudah hancur juga membuat Adik Rangga dipasang pen di kakinya. Pemasangan pen di kakinya membuat Adik Rangga sering merasakan nyeri di kakinya, apalagi pen yang dipasang harus dibersihkan setiap saat karena sering mengeluarkan cairan nanah. Selain itu, Adik Rangga juga membutuhkan biaya pengobatan yang harganya Rp.200.000 setiap kali pembersihan. Hal ini tentunya membuat Kakek dan Neneknya kesulitan untuk memenuhi pengobatan yang mana hanya bekerja sebagai pengembala sapi milik orang lain.
Dulu Adik Rangga ikut membantu kakeknya, namun kini setiap harinya sang Kakek pergi mencari rumput untuk memberi makan sapi tetangga seorang diri. tak melihat kondisinya, kakeknya yang sudah renta ia harus tetap mencari rumput 3 kali sehari dari pagi sampai sore demi menghidupi keluarganya. Upah yang di dapat pun bukan dihitung per hari melainkan dihitung pada masa sapi siap dijual, sehingga setiap harinya mereka hanya mengandalkan makan dari hasil tanaman yang ada di pekarangan rumahnya.
Sedangkan Sang Nenek hanya bisa merawat Adik Rangga dan kakaknya Rangga, yang juga sering sakit. Bahkan saking kesulitannya untuk bertahan hidup, Sang Nenek berhutang sana sini untuk bisa mengobati Adik Rangga dan bertahan hidup sehari-harinya.
Sedih perasaan Kakek dan Nenek melihat keadaan Adik Rangga yang harus mengalami penyakit di kakinya. Setiap Adik Rangga merasakan nyeri hingga menangis, sang Nenek juga ikut menangis melihat keadaannya. Sang Nenek sangat sedih karena tidak bisa memberikan Adik Rangga pengobatan yang layak.
OrangBaik, begitu berat perjuangan Adik Rangga untuk melawan sakitnya, setiap hari saat anak-anak sebayanya pergi berlari bermain dan bisa bersekolah, namun ia hanya bisa duduk dan memandangi teman-temannya bermain. Keadaan keluarganya pun sangat sulit sedangkan pembayaran obatnya sangat mahal untuk sekali pakai. Yuk, OrangBaik, mari kita sama-sama ulurkan tangan untuk membantu perjuangan sembuh Adik Rangga.
Salurkan sedekah terbaik dengan cara:
- Klik tombol Donasi
- Masukan nominal sedekah
- Pilih metode pembayaran
- Selesaikan dengan lanjutkan pembayaran
- Dapatkan update dan laporan program melalui email/whatsapp yang Sahabat cantumkan
Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam
Jl. Panji Tilar Negara 150A. Tanjung Karang Kota Mataram-Lombok, Nusa Tenggara Barat
Informasi & Konfirmasi Donasi
Whatsapp Center: 087864556406
Izin Lembaga Kesejahteraan Sosial
- AKTA PENDIRIAN yayasan Amal Bakti Dunia Islam Nusantara No. 27 tanggal 14 Agustus 2023
- Keputusan menteri hukum dan HAM RI. No. AHU-0019124. AH.01.12.TAHUN 2023 Tanggal 22 Agustus 2023
- Izin LKS kota Mataram No. 527/015-LKS/2023 tanggal 18 Oktober 2023

Kaki Hancur 2 tahun jalan ngesot
terkumpul dari target Rp 138.315.000