
Penjual Ubi Sebatangkara Tak Punya Tempat Tinggal
terkumpul dari target Rp 100.000.000
"Mbah Watini, Lansia Sebatangkara: Saat Ubi Adalah Harapan, dan Air Keran Masjid Jadi Teman Setia"
Mbah Watini, seorang nenek berusia 82 tahun yang sebatang kara, menghabiskan sisa hidupnya untuk mencari nafkah sendiri. Tanpa sanak keluarga yang bisa diandalkan dan tanpa rumah untuk berlindung, ia menapaki hidup dengan keteguhan yang menyayat hati.
Satu-satunya tempat yang ia bisa singgahi adalah ladang milik orang lain, itupun hanya jika ia bersedia bekerja sebagai buruh tani setiap hari. Dalam tubuhnya yang renta, Mbah Watini tetap bekerja di ladang, mengumpulkan tenaga untuk menjalani tugas yang mungkin terlalu berat bagi usianya. Imbalannya? Sekadar tumpangan untuk merebahkan tubuh lelahnya di akhir hari.Namun, itu bukan akhir dari perjuangannya. Setiap pagi, dengan tekad kuat, Mbah Watini mengangkat bronjong berisi ubi di atas kepalanya, lalu berjalan sejauh 20 kilometer. Langkahnya menyusuri desa demi desa, berharap ada yang membeli dagangannya.
Di sepanjang perjalanan, ia menawarkan ubi dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp10.000 per kantong. Bahkan seringkali ia berbisik kepada pembeli, "Bayar seikhlasnya saja, Nak," namun tak sedikit pula yang menolaknya. Seringkali ia pulang dengan tangan kosong, tanpa uang untuk membeli makanan.
Bayangkan, ada hari-hari di mana Mbah Watini tidak makan seharian karena dagangannya tak laku. Ia hanya bertahan dengan minum air dari keran masjid yang ia lewati dalam perjalanan pulang. Di usia yang mestinya menjadi waktu istirahat, Mbah Watini malah harus berjuang mengatasi lapar dan lelah demi bertahan hidup.
Mbah Watini bukan meminta kemewahan atau kehidupan yang nyaman, ia hanya ingin hidup layak tanpa kelaparan. Perjuangannya adalah potret ketulusan, keteguhan, dan keberanian seorang nenek yang tak kenal menyerah. Hari ini, kita punya kesempatan untuk meringankan langkah Mbah Watini, memberi harapan di sisa hidupnya yang tak seharusnya penuh dengan beban.
#Temanberbagi, Mari kita bersama-sama bantu Mbah Watini agar tidak lagi harus menahan lapar dan memiliki tempat tinggal. Klik DONASI SEKARANG

Penjual Ubi Sebatangkara Tak Punya Tempat Tinggal
terkumpul dari target Rp 100.000.000