
Untung Seribu Lansia Penjual Tisu Sakit Kanker
terkumpul dari target Rp 70.000.000
Ibu Suryati, seorang penjual tisu keliling, sudah berusia 68 tahun. Setiap hari, dari jam 8 pagi hingga 4 sore, beliau berjualan tisu kecil seharga dua ribu rupiah yang jadi satu-satunya cara untuk bertahan hidup. Ia mengambil stok tisu dari grosir terdekat dan baru membayar setelah dagangannya habis terjual.
Dari setiap tisu yang terjual, beliau hanya mendapatkan seribu rupiah.Walaupun tubuhnya sudah lemah, Ibu Suryati masih tetap berusaha menawarkan tisu ke orang-orang yang lewat atau yang sedang makan di warung. Namun, seiring bertambahnya usia, kondisi fisiknya semakin terbatas. Beliau tidak lagi bisa berlari-lari mengejar mobil yang sering menjadi sasaran pembeli tisu.
Meskipun tisu yang dijualnya hanya seharga dua ribu rupiah, sering kali orang-orang tidak tertarik membeli. Penghasilannya yang kecil, seringkali untuk makan aja tak tercukupi.Sudah lebih dari 8 tahun, anak Ibu Suryati menderita sakit paru-paru yang kronis. Kondisi fisiknya semakin melemah, sehingga ia tidak dapat bekerja dalam pekerjaan yang lebih berat.
Mereka tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan yang harganya 700 ribu rupiah per bulan, namun keadaan mereka semakin sulit.Ibu Suryati sebenarnya membutuhkan kemoterapi untuk pengobatan penyakit yang dideritanya, namun karena keterbatasan biaya, pengobatan tersebut terhenti.
Bahkan, mereka pernah tidur di jalan, di masjid, atau di stasiun karena tidak memiliki uang untuk tinggal.Meskipun hidup mereka penuh kesulitan, Ibu Suryati masih memiliki impian yang sangat sederhana. Jika ia memiliki modal, Ibu Suryati ingin membuka usaha nasi kuning. Dengan berjualan nasi kuning, beliau berharap bisa berhenti keliling menjual tisu dan memperoleh penghasilan yang lebih stabil. Penghasilan dari jualan nasi kuning tidak hanya akan membantu mereka untuk hidup lebih layak, tetapi juga akan digunakan untuk biaya pengobatan Ibu Suryati dan membeli tabung oksigen untuk anaknya yang sangat membutuhkannya.
Saat ini, setiap hari Ibu Suryati dan anaknya hanya mengandalkan penghasilan dari tisu saku, namun itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka yang mendesak. Ibu Suryati sangat berharap bisa mendapatkan bantuan agar bisa memulai usaha baru yang lebih menjanjikan dan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.
dan Saat inipun, kebutuhan pangan, pakaian serta alat ibadah di bulan Ramadhan menjadi hal yang harus kita sorot untuk membantu mereka yang membutuhkan. Masih banyak saudara-saudara kita yang merasakan kekurangan pangan serta pakaian layak. Semua Makin Berkah menjadi sebuah langkah bagi kita untuk dapat memperluas jangkauan dalam berbuat baik bagi sesama.
Dalam program Semua Makin Berkah, ketika Sobat Berdampak ikut berpartisipasi didalamnya secara tidak langsung membantu banyak anak yatim dan lansia dhuafa hidup kesulitan. Mereka akan dapat merasakan pangan, pakaian dan perlengkapan ibadah yang layak. Dengan gerakan ini mereka bisa tersenyum bahagia atas kebaikan yang kita berikan. Sobat Berdampak, mari ulurkan kebaikan di bulan Ramadhan dalam campaign dan program Semua Makin Berkah. Kalian dapat berpartisipasi dengan menyebarkan campaign ini dan berdonasi dengan cara:
- Klik Tombol Donasi Sekarang
- Masukkan nominal donasi
- Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
- Dapatkan Laporan Via Email
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
Sobat Berdampak, besar harapan untuk kesehatan Bu Suryati. Maka dari itu, mari sebarkan campaign agar Bu Suryati bisa menikmati kehidupan yang sejahtera dengan cara:

Untung Seribu Lansia Penjual Tisu Sakit Kanker
terkumpul dari target Rp 70.000.000