
Menyentuh Hati, Kisah Mulia Seorang Gali Kuburan
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Dengan usia yang sudah terbilang tak lagi kuat, abah Suherman (62) menekuni pekerjaannya sebagai seorang tukang gali kubur sejak tahun 1997, bahkan banyak orang yang sudah terbantu menggunakan jasa mulia abah Suherman.
Abah herman mendapatkan upah dari gali kubur bersama timnya satu orang sebanyak Rp.100.000 - Rp.150.000 per orang, dengan jumlah tim 5-6 orang. Kadang juga abah Herman kerap diminta untuk menjaga kebersihan setiap makam tanpa ditarik dan di bayar seikhlasnya sebanyak Rp.20.000 - Rp.60.000.
"Kalau nanti sewaktu-waktu rumahnya digusur abah juga ikhlas soalnya kan ini tanah pemerintah, cuma karena abah lama di sini dan ikut merawat makam di sini jadi dibiarin mendirikan rumah dan warung" Ucap abah herman, Abah dan isterinya tidak memiliki hutang, namun rumah dan warung milik abah itu dibangun di tanah makam ( tanah pemerintah ), jadi jika suatu saat nanti ada perluasan lahan pemakaman tidak menutup kemungkinan rumah dan warung abah akan terkena dampaknya.
Karena usia yang sudah tidak lagi muda, abah Herman juga sempat mengalami kecelakaan kerja yang membuat kakinya sering sakit jika kelelahan, begitupun dengan sang isteri yang sempat di operasi sebanyak 2 kali karena mata ikan, sehingga kadang membuat kakinya kesakitan untuk berjalan.
Ketika menggali kuburan abah selalu memiliki pemikiran bagaimana jika suatu saat nanti dirinya juga menjadi orang yang dikuburkan, dan keinginan abah bisa selalu berdampingan sang sang istri, di makam yang menjadi tempatnya bekerja sekaligus mencari nafkah.
Hai sahabat berdampak, mari sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Abah Suherman. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha serta bantuan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
- Klik “Donasi Sekarang;
- Masukan nominal donasinya;
- Pilih metode pembayaran;
- Dapatkan laporan via email.
Menyentuh Hati, Kisah Mulia Seorang Gali Kuburan
terkumpul dari target Rp 60.000.000