
SUAMI ISTRI HIDUP DIHUTAN TUMOR MATA SERANG MBAH JASMIN
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Suka Duka yang dialami Mbah Djasmin dan Mbah Sani yang hidup ditengah hutan, tanpa tetangga tanpa aliran listrik maupun air. Dengan kondisi sang suami (Mbah Djasmin) yang sudah bertahun-tahun hanya dapat terbaring diatas ranjangnya karena penyakit Tumor di matanya.
“saya makan seadanya nak, sehari terkadang hanya satu kali makan pernah juga kami tak bisa makan, karena memang keadaan.”
Keseharian Mbah Sani sendiri hanya dapat merawat suaminya, dan terkadang beliau buruh ikut membantu petani diarea hutan tersebut. Dengan upah yang tak seberapa yang hanya cukup untuk makan saja. Bahkan untuk pengobatan mbah Djasmin, mbah Sani tidak ada biaya.
“obatnya mbah Djasmin ya hanya makan dan saya ada disampingnya itu sudah cukup nak, karena memang kami hanya berdua saja disini, pernah sekali bidan datang karena memang kami tak bisa untuk berjalan ke Rumah Sakit/Puskesmas.”
Mbah Djasmin memiliki anak semata wayangnya yang tinggal berbeda kecamatan bersama istri dan anak-anaknya. tak jarang anak mbah Djasmin datang untuk memberikan makanan atau sembako, datangnya pun seminggu sekali kadang karena harus bekerja dan memang jarak tempuh yang sangat jauh belum lagi harus memasuki belantara hutan.
“mbah Djasmin memang memiliki anak satu sudah menikah dan tinggal dengan istrinya, dia anak dari mbah djasmin dengan istrinya yang sebelum saya.”
Kini benjolan di mata Mbah Djasmin kian membesar dan seperti keluar darah bercampur air mata. Mbah Djasmin pun hanya dapat menahan rasa sakit sambil teriak-teriak memanggil istrinya.
“hampir tak bisa saya tinggal kemana-mana, karena ya memang sepi dan mbah butuh sosok yang merawatnya.”
Mbah Sani hanya dapat berdoa memohon kepada Sang Pencipta untuk diangkat penyakit Suaminya. Karena Mbah Sani percaya bahwa taka da yang tak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak.
SUAMI ISTRI HIDUP DIHUTAN TUMOR MATA SERANG MBAH JASMIN
terkumpul dari target Rp 50.000.000