
Bangun Hunian Layak Untuk Lansia Ngesot Tunawicara
terkumpul dari target Rp 77.800.900
Tak mampu berjalan, tak bisa berbicara. Hanya mendengar dan sebatangkara. Kondisi tersebut menggambarkan kehidupan Abah Dadang (75) yang sehari-hari ikhtiar berjualan air minum di emperan tempat wisata.
Keterbatasan tersebut beliau alami sedari lahir. Dengan begitu, keadaanlah yang memaksa Abah untuk berusaha sebab tak ada sanak saudara yang dapat diajak bertukar cerita.
Bermodalkan tulisan harga minuman, Bah Dadang mencari rezeki dengan setulus hati. Penghasilannya yang paling besar berkisar 20 ribu beliau gunakan untuk kebutuhan pangan harian. Kalaupun tak ada pembeli, rasa perih lapar sudah biasa abah alami. Meski tanpa diksi, tergambar raut sedih yang tidak bisa ditutupi.
Banyak tatapan bingung dan iba ketika Abah Dadang berjualan. Tak jarang, celoteh hinaan juga beliau terima karena kondisinya sulit mengerti dan merespons yang orang lain hendaki. Dengan tekad yang pasti, Abah Dadang senantiasa mengikhitiarkan segala kemungkinan yang bisa dijalani.
Rumah yang abah Dadang huni hanya satu petak dan jauh dari kelayakan. Sebatangkara, tak ada yang menjadi pemerhati Abah saat ini. Ada harap yang tak bisa terucap, ada angan yang yang hanya bisa dipendam, memiliki rumah layak seperti yang orang lain huni.
Insan Baik, mari bantu Abah Dadang menikmati usia senjanya. Berikan kebahagiaan di tengah sunyinya kehidupan Abah Dadang saat ini. Dukungan dari insan baik sangat berarti untuk Abah.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk pemenuhan sandang pangan harian dan perbaikan rumah untuk Abah Dadang juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lain di bawah naungan Amal Baik Insani.

Bangun Hunian Layak Untuk Lansia Ngesot Tunawicara
terkumpul dari target Rp 77.800.900