
Bantu Lansia Penjual Alat Cukur Menjalankan Ramadhan
terkumpul dari target Rp 50.000.000
Usia Abah Iyas sudah 57 tahun, namun beliau harus terus berjuang meski tubuhnya sudah tua dan sering sakit-sakitan. Dengan tubuh renta ini, Abah terus berjalan menyusuri padatnya kota untuk menawarkan silet pengerok kumis dagangannya.
"Hanya ini yang sekarang bisa Abah lakukan, yang penting perut Abah bisa terisi..." Ungkap Abah Iyas sambil tertunduk lesu. Sesekali terlihat duduk dengan keringat yang terus bercucuran, nafasnya naik turun tidak beraturan sambil menahan rasa sakit dikakinya.
Tapi sejak pagi hari hingga sore, belum ada satu pun dagangannya yang terjual. Abah hanya bisa terus berharap ada yang mau membeli dagangannya. Jika beruntung dalam sehari Abah Iyas suka dapat 5 ribu sampai 30 ribu. Namun adakalanya tak dapat sedikit pun, sehingga Abah harus pulang dengan tangan kosong dan perihnya perut yang lapar.
"Laku satu juga sudah alhamdulillah, minimal abah bisa beli singkong untuk mengganjal perut..." Ungkap Abah Iyas. "Kaki Abah sudah sakit, bahkan tadi pun berdarah saat berwudhu. Tapi kalau Abah pulang, dirumah tidak ada makanan sedikit pun." Lanjutnya
Sahabat, di usia senjanya Abah Iyas masih terus berjuang dan sering menahan lapar karena tak memiliki beras. Diluar sana, tak hanya Abah yang masih berjuang dimasa tuanya, namun masih banyak para lansia dhuafa yang hidup dalam keterbatasan. Untuk itu, mari kita bantu mereka dengan menyisihkan sebagian rezeki yang kita miliki saat ini.
Yuk, bantu perjuangan Abah Iyas di usia senjanya dengan mengklik tombol ‘DONASI’, berapapun bantuanmu adalah harapan hidup untuk lansia seperti Abah Iyas!

Bantu Lansia Penjual Alat Cukur Menjalankan Ramadhan
terkumpul dari target Rp 50.000.000