
Semangat Lansia Tak Kenal Usia Berjualan Kopi Keliling
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Di usiannya yang sudah mencapai 71 tahun, Mak Een hanya tinggal seorang diri untuk tetap bertahan hidup dengan berjualan kopi keliling. Dengan kondisi emak yang sudah tua emak hanya mengandalkan berjualan keliling dari kampung ke kampung.
Emak mengungkapkan setiap hari berjualan kopi dari pagi hari hingga sore hari. Tubuhnya yang sudah renta itu harus melawan dinginnya cuaca hujan saat ini. Belum lagi emak harus berjalan keliling berjualan kopi untuk melanjutkan hidup.
“Dari tadi pagi sampai siang hari emak berjualan baru mendapatkan 4 ribu. Baru dua yang kejual.”
Dalam sehari, emak hanya bisa mendapatkan 10 - 20 ribu rupiah saja. Belum lagi untuk modal berjualan esok hari. Dari hasil berjualan bisa emak belikan beras seadanya dan makan dengan kuah saja. Tubuhnya yang sudah renta tersebut hanya diasupi makanan yang kurang bergizi.
Beliau tinggal sendiri sebatang kara di rumahnya yang saat ini hampir ambruk dan atapnya yang bolong-bolong. Jika musim hujan tiba rumah emak digenangi oleh air hujan. Mak seringkali tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir rumahnya bisa rubuh kapan saja.
“Untuk makan sehari hari saja kurang, apalagi untuk benerin atap rumah. Emak gaada uang sama sekali”
#TemanBerbagi, Emak Een menjadi contoh bagi kita semua untuk terus semangat dalam menjalani hidup, walaupun dalam keterbatasan usia dan kondisi yang dimiliki. Emak sama sekali tidak pernah menyerah untuk melanjutkan hidupnya. Jika ada modal, Mak ingin sekali bisa memperbaiki rumahnya dan memiliki usaha warung agar beliau bisa mendapatkan hasil pendapatan yang lebih layak lagi.

Semangat Lansia Tak Kenal Usia Berjualan Kopi Keliling
terkumpul dari target Rp 20.000.000