
Semangat Mak Iroh Jual Kayu Dengan Tubuh Rentanya
terkumpul dari target Rp 20.000.000
Mak Iroh, yang kini sudah berusia 66 tahun menjalani kesehariannya dengan menawarkan kayu bakar untuk kebutuhan makan sehari hari. Mak Iroh menjual kayu bakar dengan harga 10rb untuk satu ikat penuh.
Mak Iroh berjualan dari pagi hingga sore hari. Emak harus memanggul 15kg kayu bakar dengan pundaknya. Penghasilan dari berjualan kayu bakar, emak hanya mendapatkan 10ribu saja itupun kalau ada yang membeli. Jika tidak ada yang membeli emak hanya makan dengan garam saja.
“Kalau ada yang beli emak sehari dapat 10ribu. Kalau gaada yang beli emak makan garam aja di rumah”
Selain itu Emak seringkali merasakan pusing yang mengakibatkan mata kiri emak kedutan, sakit pinggang, kaki dan bahu yang kerap kali sakit saat memanggul kayu bakar ketika berjualan mengharuskan emak istirahat di pinggir jalan.
“Kalau udah jalan lama sambil manggul kayu, pingga emak suka sakit. Sampe emak harus istirahat di pinggir jalan”
Dalam sehari bisa saja jualan mak tidak laku, untuk makan pun sulit untuk mak memenuhinya. Emak belum bisa melakukan pemeriksaan ke dokter dikarenakan keterbatasan biaya berobat. Saat ini emak hanya tinggal dengan anak bungsunya yang bekerja hanya serabutan.
#TemanBerbagi, Emak Iroh hanya salah satu lansia pelosok yang hanya ingin sejahtera di masa tuanya. Emak masih ingin mempunyai penghasilan sendiri. Jika punya modal usaha Emak ingin memiliki usaha lain yang bisa dikelola oleh beliau dan anaknya agar bisa mendapatkan pendapatan yang lebih layak lagi.

Semangat Mak Iroh Jual Kayu Dengan Tubuh Rentanya
terkumpul dari target Rp 20.000.000