
Bungkuk Parah Abah Pikul Cincau di Usia Senja
terkumpul dari target Rp 60.000.000
Di usia 93 tahun, Bah Demo masih berjualan es Cingcau dengan cara dipikuldemi bertahan hidup. Setiap hari di kontrakan petaknya yang kecil, abah mulai dari mempersiapkan daganganya sejak pagi kemudian berkeliling hingga sore menjajakan es Cincau. Faktor usia dan tenaga yang semakin menurun kini dagangannya menjadi beban yang sangat berat yang harus ia pikul.
Sudah sejak tahun 1950 abah mulai berjualan es Cincau dengan cara dipikul dan bisa menjadi sumber penghasilannya, namun kondisinya kini sudah berat untuk memikul beban berat, penghasilannya pun tak lebih dari Rp30 Ribu setiap hari. “Abah mah cuma berharap bisa nyewa jongko kecil, biar nggak cape keliling, kalau sekarang, rasanya seperti menanggung beban berat di punggung,” ucap Bah Demo dengan suara lirih, sambil mengusap keringat di dahinya.
Saat ditemui tim Saling Berbagi adalah tepat 42 hari sang istri yang setia menemani abah berpulang kepada yang Kuasa. Tidak muluk harapan abah Demo, ditambah kondisinya sekarang yang sudah tinggal ia dan anaknya yang sedang sama-sama berjuang di kampung.
"Istri abah udah meninggal, 2 hari lalu 40 hari-an. anak dikampung nguli, jadi sekarang abah sendiri." Ujar abah sambil sedih menceritakannya

Bungkuk Parah Abah Pikul Cincau di Usia Senja
terkumpul dari target Rp 60.000.000