
Dengan 1 Kaki Abah Edang Berjuang demi Isri yang Stroke
terkumpul dari target Rp 70.000.000
Kecelakaan 4 tahun lalu yang membuat satu kakinya diamputasi, Pak Edang (60 tahun) tetap mencari nafkah dengan berjualan Sapu lantai karena sang istri (52 tahun) sangat membutuhkan perawatan karena alami struk 4 Tahun sejak lalu. Selain jualan sapu, disela waktunya Pak Edang juga mencari botol plastik bekas (mulung) berjalan tak kurang dari 10Km setiap hari ia jalani dengan satu kaki.
Berat dirasakan Pak Edang, diusia senjanya ditambah keterbatasan fisik harus menanggung beban yang bahkan lebih berat dibanding orang kebanyakan. Tinggal di kontrakan sepetak di pinggiran kota,demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, pengobatan dan terapi sang istri.
Pendapatanya rata-rata dari berjualan dan mulung sekitar Rp 25.000. Jauh dari pada cukup tak jarang ia suka nunggak bayar kontrakan ,sekarang juga udah 2 bulan enggak bayar kontrakan bapak hawatir di usir sama yang punya kontrakan.
Pak Edang memiliki 2 anak, namun sama-sama dalam kondisi sulit dalam mencari nafkah dan keduanya kini tinggal diluar pulau sehingga tidak bisa membantu banyak untuk sang ayah.
Kondisi kaki Pak Edang
Harapan Pak Edang tak muluk beliau ingin punya roda atau gerobak kecil untuk berjualan, agar usahanya mencari nafkah lebih ringan dan ingin menambah jualan agar lebih bervariasi.

Dengan 1 Kaki Abah Edang Berjuang demi Isri yang Stroke
terkumpul dari target Rp 70.000.000