
Single Mom Jadi Buruh Cuci Demi Anak 11 Tahun Sakit
terkumpul dari target Rp 70.000.000
“Saya selalu ngerasa bersalah sama Alzim.. Sekarang beratnya cuma 7 kg padahal umurnya udah 11 tahun.. Gara-gara saya gak bisa kasih susu khusus buat dia, malah dikasih air beras doang..” ucap Ibu Alzim penuh sesak.
Setiap ibu pasti merasa sakit melihat buah hati kesayangannya harus menahan sakit. Apalagi kondisi yang dialami Alzim sangat berbeda dengan anak pada umumnya.
Sejak lahir, Alzim menderita 3 penyakit. Mikrosefali atau lumpuh otak, Cerebral Palsy dan gizi buruk. Gizi buruk yang ia alami pun karena Alzim bergantung pada selang yang dipasang melalui hidung untuk memenuhi kebutuhan makannya, langsung terhubung ke pencernaannya. Ia seharusnya mengonsumsi susu khusus, namun harganya yang mahal membuat ibunya kerap kesulitan membelinya.
Dengan terpaksa ibu hanya memberikan Alzim air beras. Kondisi ini membuat Alzim kekurangan nutrisi, hingga tubuhnya sangat kurus, hanya menyisakan kulit dan tulang.
Jangankan untuk susu khususnya, ibu selama ini bertahan hanya lewat upah buruh cuci dan setrika. 11 tahun ibu berjuang sendirian merawat buah hatinya tercinta karena suaminya pergi meninggalkan mereka berdua, tidak menerima kondisi anaknya yang komplikasi.
Meski biaya pengobatan utama telah ditanggung oleh BPJS, ibu Alzim tetap harus menanggung pengeluaran lainnya, seperti biaya operasional pengobatan, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, susu, alat nebulizer, dan kebutuhan nutrisi lainnya. Semua itu tidak dapat sepenuhnya diandalkan dari BPJS, sehingga menjadi beban tambahan bagi ibu Alzim.
Penyakit kronis yang diderita Alzim telah merusak jaringan otaknya, mengakibatkan pertumbuhannya terganggu dan terhambat. Lebih menyedihkan lagi, Alzim belum mampu berbicara atau berjalan seperti anak-anak seusianya. Bahkan untuk berdiri saja ia tidak bisa. Tubuhnya sangat kurus, hanya tersisa kulit yang membalut tulang, dengan kondisi badan yang kaku serta tangan dan kaki yang terlihat bengkok.
Teman Kebaikan, ibu hanya ingin melihat buah hati tercintanya bisa tumbuh selayaknya anak-anak yang lain. Ibu sangat ingin melihat Alzim pergi ke sekolah, mengajaknya bermain dan mengunjungi tempat-tempat bagus.
Yuk kita bantu wujudkan impian sederhana dari seorang ibu tunggal yang hebat ini!
Mengapa donasi di Sajiwa Foundation?
- Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
- Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
- Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
- Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
- Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.
Single Mom Jadi Buruh Cuci Demi Anak 11 Tahun Sakit
terkumpul dari target Rp 70.000.000