
Bantu Ojol Selamatkan Anaknya yang Sakit Jantung
terkumpul dari target Rp 70.000.000
“Kak.. Jangan bilang aku mirip setan lagi ya, Kak..”
Jika bisa bicara, mungkin itulah yang ingin Askana katakan kepada mereka yang kerap menghina wajahnya.
Askana adalah putri kedua dari Bu Ade dan Pak Yayan. Ia menderita penyakit jantung bawaan dan kelainan tulang langka. Hal tersebut pun membuat pertumbuhan Askana tidak optimal. Anak pertama mereka pun sudah meninggal di usia 4 bulan karena gagal napas. Kini ketakutan kehilangan anak untuk kedua kalinya sangat menghantui mereka.
Meskipun usianya telah mencapai 12 tahun, tubuh Askana masih seperti bayi. Ia tidak dapat bergerak, dan anggota tubuhnya tampak lemas tanpa tenaga. Kondisinya mulai memburuk sejak usia 6 bulan, ketika tiba-tiba mengalami kejang yang membuat tubuhnya membiru.
Sejak bayi, tubuh Askana lemas dan tak bertenaga. Ia sangat sensitif terhadap angin, sehingga rumah harus selalu tertutup rapat. Pernah saat hujan deras, Askana kejang hebat hingga hampir tidak bernapas, namun berhasil diselamatkan dengan napas buatan.
Askana kerap kali mengalami sesak napas, namun di rumah tidak ada oksigen. Ibu sangat ingin memiliki oksigen sendiri agar ketika Askana kambuh sesaknya, bisa langsung ditangani.
Namun bagaimana lagi, Ayah Askana hanyalah seorang ojek online yang penghasilan sehari-harinya tidak menentu dan tidaklah besar. Belum lagi ada cicilan motor yang harus dibayarkan sebesar 30 ribu rupiah setiap harinya.
Bahkan bapak sampai ingin menjual motornya demi bisa membawa anaknya berobat dan operasi.
Seharusnya, di usia 12 tahun Askana sudah bisa menjalani operasi jantung, namun keterbatasan biaya membuat operasi itu tertunda hingga kini. Kondisi tubuh Askana juga harus fit untuk operasi, tetapi ia memiliki penyakit lain yang membuat situasinya semakin sulit.
Kebutuhan rumah tangga sering dikorbankan demi memenuhi kebutuhan Askana. Ibunya bahkan berkata, "Lebih baik tidak ada beras daripada tidak ada susu."
Kesedihan sang ibu bertambah karena sejak menikah dan memiliki anak, ia belum pernah dipanggil "ibu." Anak pertamanya meninggal, dan Askana, anak keduanya, meski sudah 12 tahun, tidak bisa melakukan apa-apa karena sakit. Melihat anak-anak lain seusia Askana, sang ibu sering membelikan mereka jajanan, seolah mereka adalah anaknya sendiri.
Teman Kebaikan, yuk kita bantu pengobatan dik Askana agar bisa segera sehat dan tumbuh menjadi anak yang ceria!
Mengapa donasi di Sajiwa Foundation?
- Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
- Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
- Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
- Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
- Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.

Bantu Ojol Selamatkan Anaknya yang Sakit Jantung
terkumpul dari target Rp 70.000.000