
Tubuh Penuh Benjol Kumpulkan Rongsok Demi Berobat Ibu
terkumpul dari target Rp 160.000.000
"Jangan nakal ya, nanti jadi kaya Pak Conet, tuh!"
Ucapan yang sangat akrab di telinga Pak Ade Conet. Namanya kerap digunakan sebagai ancaman untuk menegur anak-anak yang bandel atau sulit diatur oleh orang tuanya. Sudah bukan hal yang asing bagi Pak Conet mendengar hinaan seperti itu.
Sebenarnya, Pak Ade pun tak menginginkan kondisinya seperti ini. Semua bermula dari munculnya benjolan di tubuhnya yang terasa gatal, kemudian semakin parah setelah terkena air hujan. Akibatnya, benjolan-benjolan tersebut menyebar ke seluruh tubuhnya hingga saat ini. Tanpa biaya untuk pengobatan, ia hanya bisa pasrah membiarkan tubuhnya seperti itu. Bahkan, untuk bekerja pun ia sulit melakukannya dengan bebas.
Pak Ade memutuskan untuk mengumpulkan barang-barang rongsokan sebagai pekerjaannya sehari-hari. Profesi ini ia pilih karena tidak mengharuskannya terlalu sering berinteraksi dengan orang lain, sesuatu yang membuatnya merasa lebih nyaman.
“Kalau saya berdagang, kasihan nanti orang-orang yang mau beli. Bisa-bisa mereka ketakutan melihat saya,” ujarnya dengan nada sedih.
Pak Ade memahami bahwa penampilannya yang penuh dengan benjolan seringkali membuat orang lain merasa takut atau canggung, sehingga ia lebih memilih pekerjaan yang minim kontak langsung dengan manusia. Hal ini bukan hanya demi kenyamanan dirinya, tetapi juga untuk menjaga perasaan orang lain yang mungkin tidak terbiasa melihat kondisinya.
Walaupun hasil dari memulung hanya dihargai 2 ribu rupiah per kilogram, Pak Ade tetap pantang menyerah. Bahkan ketika ia harus bertahan tanpa makan dan hanya mengandalkan air putih, semangatnya tak pernah surut. Semua perjuangan itu ia lakukan demi bisa membawa ibunya untuk mendapatkan pengobatan.
"Ibu saya sering sakit, Jang. Sekarang saya cuma punya ibu, yang penting ibu sehat. Kalau saya sendiri gak berobat, itu gak apa-apa," ungkapnya dengan penuh ketulusan. Bagi Pak Ade, kesehatan sang ibu adalah prioritas utama yang menguatkan tekadnya untuk terus berjuang, meski dirinya harus menanggung banyak kesulitan.
Teman Kebaikan, betapa luar biasanya ketabahan dan kekuatan Pak Ade dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Di tengah kesulitan yang menghimpit, ia tetap menjadikan sang Ibunda tercinta sebagai prioritas utamanya.
Mari kita bersama-sama membantu Pak Ade dan ibunya agar mereka dapat memperoleh pengobatan yang layak dan hidup dengan lebih baik!
Donasi yang kamu berikan nantinya tidak hanya akan digunakan untuk membantu Pak Ade, tetapi juga akan disalurkan kepada penerima manfaat lainnya dengan kebutuhan serupa. Hal ini telah disetujui oleh Pak Ade yang dengan lapang hati memberikan izin kepada Sajiwa Foundation untuk memperluas manfaat dari bantuan ini.
Mengapa donasi di Sajiwa Foundation?
- Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
- Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
- Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
- Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
- Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.
Tubuh Penuh Benjol Kumpulkan Rongsok Demi Berobat Ibu
terkumpul dari target Rp 160.000.000