
Tolong 80 ODGJ Terlantar Hanya Bermodal Hasil Tani
terkumpul dari target Rp 70.000.000
80 Orang Dengan Gangguan Jiwa, bersempit-sempit di Panti Jiwa Nurul Islamiyyah.
Kondisi yang memprihatinkan bisa kita saksikan di sebuah Panti Jiwa di Jember. Panti tersebut adalah milik sepasang suami istri, Bapak Udin dan Ibu Fatimah yang telah menolong para ODGJ sejak tahun 1980-an.
Berawal dari ketidaksengajaan merawat 1-2 orang yang tidak sehat secara mental, kemudian karena rasa iba, kini sudah ada 80 ODGJ yang menghuni Panti Jiwa.
“Kasian saya, cuma pengen nolong mereka yang sering ditakutin sama masyarakat, padahal mereka juga ingin sehat dan berkumpul dengan keluarganya lagi..”
Berbekal dari hasil tani yang tidak seberapa, Pak Udin memberikan makan dan memenuhi kebutuhan para penghuninya. Namun karena keterbatasan tersebut, seringkali Pak Udin kehabisan stok lauk dan beras sehingga para ODGJ terpaksa makan hanya dengan mie instan saja.
Karena sebagian besar ODGJ berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah dan tidak bisa berobat ke Rumah Sakit, maka Bapak tidak ingin membuat patokan biaya atau harga untuk menghuni panti. Jangankan untuk bayar, dijenguk keluarga pun tidak, bahkan ada yang datang karena diantar oleh Babin Kamtibmas.
Para ODGJ juga terpaksa harus tidur dengan alas yang terbatas dan berganti-gantian. Hanya di lantai yang dingin dan keras. Banyak dari mereka pula yang terkena penyakit kulit. Kini harapan Pak Udin dan istrinya hanyalah kesehatan para penghuni panti agar mereka bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Namun sebelum itu, Bapak berharap bisa merawat mereka dengan lebih layak lagi.
Orang-orang baik, Pak Udin yang hanya berbekal hasil tani saja bisa menolong 80 orang sakit, sudahkah kita menolong 1 orang dengan gaji yang kita punya? Yuk kita sisihkan sedikit berkah untuk menolong mereka yang membutuhkan!
Mengapa donasi di Sajiwa Foundation?
- Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
- Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
- Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
- Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
- Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.

Tolong 80 ODGJ Terlantar Hanya Bermodal Hasil Tani
terkumpul dari target Rp 70.000.000