
Temani Driver Ambulance Bantu 100 Pasien Dhuafa!
terkumpul dari target Rp 70.000.000
Berawal dari terkena musibah ledakan tabung gas dan alami luka bakar parah, Bunda Lina kini membangun rumah singgah untuk para pejuang kesehatan yang kurang mampu.
Srikandi Driver Ambulance yang setiap saat menyusuri daerah dari Timur ke Barat, demi menjadi ‘pelayan sukarela’ bagi para pasien dhuafa dengan penyakit kronis.
Seringkali orang-orang hanya berfokus pada bantuan pemerintah dalam upaya pengobatan namun melupakan biaya transportasi pasien yang tidak kalah besarnya. Mungkin karena kita diberi kemudahan dalam transportasi atau biaya ongkos sehingga tidak memikirkan bahwa banyak orang di luar sana tidak bisa berobat karena tidak memiliki ongkos untuk pergi ke rumah sakit.
Di luar sana, orang-orang memilih menahan sakit tidak bisa berobat demi tetap bisa makan. Mungkin mereka bisa tetap berangkat ke rumah sakit, namun untuk makan tidak ada.
“Bunda gak mau pasien-pasien ini gagal tertolong hanya karena gak bisa berangkat ke rumah sakit,”
Hingga kini, Bunda Lina tetap berjuang meski kesehatannya pun terganggu. Baginya, rasa sakit akibat pembuluh darah yang pecah tak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh para pasien yang ia bantu.
"Saya masih bisa berobat, masih diberi rezeki, dan mudah untuk ke mana-mana. Tapi mereka? Untuk sekadar makan saja, mereka harus berpikir keras," ungkap Bunda Lina.
Rumah Singgah Bunda Lina, yang juga dikenal sebagai SKTM (Sosial Kemanusiaan Terpadu Mandiri), dijadikan harapan oleh para pasien terlantar, meskipun hanya tersedia satu ambulans yang dikemudikan sendiri oleh Bunda Lina. Kendaraan tersebut sering mogok, namun pasien-pasien tetap diusahakan untuk diantar meski dalam kondisi Bunda Lina yang sedang sakit, karena perhatian dan kepedulian kepada mereka dianggap sebagai tanggung jawab yang harus terus dilakukan selama masih mampu.
Bunda Lina merasa tak sampai hati menolak pasien yang datang mencari tempat tinggal sementara. Banyak dari mereka yang merantau jauh ke Bandung demi membawa anggota keluarga ke rumah sakit rujukan untuk berjuang mendapatkan kesembuhan. Melalui rumah singgah ini, Bunda Lina bertekad menjadi ‘pelayan’ bagi pasien-pasien dhuafa, melayani mereka siang dan malam tanpa mengenal lelah.
#TemanKebaikan, jikalau kita tidak bisa menjadi seperti Bunda Lina, bagaimana jika kita bantu lewat berbagi sedikit berkah demi kelancaran Rumah Singgah? Yuk kita bersama-sama bantu Bunda Lina selamatkan lebih banyak lagi pasien dhuafa!
Mengapa donasi di Sajiwa Foundation?
- Pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk Integrasi Kebutuhan Material dan Non Material
- Memiliki Objektif pendampingan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang disusun berdasarkan asesmen kebutuhan penerima manfaat.
- Dijalankan dengan prinsip pertemanan yang menyenangkan.
- Sajiwa Foundation terdaftar dan diawasi oleh Kemenkumham, Dinsos Kota Bandung dan Dinsos Jawa Barat.
- Setiap bulan Sajiwa Foundation melaporkan Aktivitas Program dan Laporan Keuangan bulanan di laman website.

Temani Driver Ambulance Bantu 100 Pasien Dhuafa!
terkumpul dari target Rp 70.000.000